Kompas.com - 02/03/2016, 10:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
MEDAN, KOMPAS.com - Penurunan tarif Tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sebesar 50 persen, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. (Baca: Hari Ini, Tarif Tol Jembatan Suramadu Turun)

Kendati tarifnya dipangkas, pemerintah tidak akan menggratiskan tol tersebut. "Tidak akan digratiskan, kalau begitu tidak mendidik," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto Husaini kepada Kompas.com, Selasa (1/3/2016).

Selama ini, kata dia, hanya motor yang digratiskan karena penggunanya merupakan masyarakat menengah ke bawah. Sementara mobil pribadi lebih banyak digunakan masyarakat menengah ke atas.

Hediyanto menambahkan, pemerintah berhak menurunkan tarif tol tersebut karena memang Jalan Tol Jembatan Suramadu milik negara.

Sejak pembukaan Jalan Tol Jembatan Suramadu pada 2009, pemerintah menarik tarif tol dengan tujuan pemeliharaan. Menurut dia, pemeliharaan ini membutuhkan biaya yang cukup besar karena itu harus mengumpulkan uang dari pengguna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.