Kompas.com - 18/02/2016, 17:22 WIB
Ilustrasi keramik shutterstockIlustrasi keramik
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Berada pada era pasar bebas dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus menerima berbagai konsekuensi. Satu di antaranya adalah terbukanya kompetisi di sektor industri material bangunan.

Jika pemain lokal tidak siap, jangan heran pasar material bangunan di Indonesia akan didominasi oleh pengusaha asing, terutama dari China dan Malaysia.

"Pada era persaingan, kita siap tidak siap, orang asing berdatangan. Dari dulu saya sudah katakan kepada para peserta (pameran), 'Hati-hati, produk China dan Malaysia masuk banyak sekali,'" ujar Presiden Direktur PT Debindo-ITE Effi Setiabudi kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Barang-barang asing yang masuk, kata Effi, bukanlah barang baru. Terlebih lagi, benda-benda ini justru diproduksi juga oleh industri lokal.

Sebagai contoh, pegangan (hendel) pintu dan toilet yang diproduksi China dan Malaysia menjadi salah satu barang yang dijual di Indonesia. Tidak hanya itu, harganya pun dibanderol cukup terjangkau.

"Kloset (dari) Malaysia ada yang harganya Rp 4 juta. Kok bisa? Nah, itu perlu diperhatikan oleh pemerintah ataupun industri kita (lokal)," kata Effi.

Negara-negara ini, kata dia, mencoba masuk Indonesia karena pangsa pasarnya luar biasa. Pangsa pasar tersebut dipengaruhi oleh besarnya jumlah penduduk Indonesia, yaitu 240 juta jiwa, lalu kemampuan daya beli yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan politik yang stabil.

Tak bisa melarang

Di sisi lain, Debindo sebagai penyelenggara pameran industri material dan interior tidak bisa membatasi barang-barang dari luar untuk dijual dalam pameran.

Effi menilai, pembatasan barang-barang luar negeri di Indonesia sudah tidak lagi relevan pada zaman sekarang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.