Ada Alasan Sebelum Mengubah Cagar Budaya

Kompas.com - 20/01/2016, 00:44 WIB
Petugas membersihkan dinding Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2015). KOMPAS.com/Ika FitrianaPetugas membersihkan dinding Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2015).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat menentukan suatu temuan menjadi cagar budaya atau bukan, membutuhkan beberapa tahap identifikasi. Setelah ditetapkan, cagar budaya boleh diubah fungsi atau diganti bangunannya.

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Bambang Eryudhawa mengatakan, untuk mengubah fungsi cagar budaya, ada hal yang perlu dipertimbangkan.

"Semua boleh diubah dalam konteks pelestarian, karena perubahan cagar alam perlu ada alasannya," ujar Bambang kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Menurut Bambang, upaya berubah justru dilarang jika sudah keluar dari tujuannya untuk melestarikan. Contohnya, perubahan di Candi Borobudur.

Beberapa waktu lalu, ada pihak yang mengusulkan penambahan hidran di Candi Borobudur. Alat ini dibutuhkan untuk mencegah kebakaran. Namun, hal tersebut tidak dilakukan karena adanya beberapa pertimbangan tertentu.

"Penetapan cagar budaya perlu indikasi mana yang penting dan boleh diubah. Ada pertimbangan juga mana yang boleh diganti dengan material yang tidak asli. Tapi, identifikasi kan perlu waktu juga," jelas Bambang.

Ia juga menjelaskan, saat ada gedung tua yang mau dipasangkan pendingin ruangan atau air conditioner (AC), hal tersebut perlu dipikirkan kembali.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika memang mendesak, pemasangan AC bisa dilakukan di tempat-tempat tertentu sehingga tidak perlu merusak struktur.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X