Hobi Ekstrem Ini Hanya untuk Mereka yang Bernyali

Kompas.com - 09/01/2016, 07:00 WIB
Aktivitas olahraga ekstrem highline di Gunung Hawu, Padalarang, Bandung, pada 23 Juli 2015. dokumentasi EddikAktivitas olahraga ekstrem highline di Gunung Hawu, Padalarang, Bandung, pada 23 Juli 2015.
|
EditorHilda B Alexander

"Saat awal meniti tali, kita dihadapkan pada pertarungan antara unsur positif dan negatif, antara bisa mencapai tujuan atau harus terjatuh dari ketinggian. Di sinilah konsentrasi, kesiapan mental, dan fisik diuji," beber Mulyana.

Arief Wicaksono, anggota Pushing Panda yang menekuni trickline menambahkan, untuk bisa sampai berdiri tegak di atas tali saja butuh waktu setidaknya tiga minggu latihan intensif. 

Apalagi bila punya keinginan untuk melakukan manuver dinamis dengan menggerakkan seluruh bagian tubuh dengan cepat seperti back bounce (menjatuhkan diri untuk kemudian bangkit kembali dengan cepat), backflip (membanting bagian belakang tubuh) atau pun buttflip perlu penyesuaian hingga 2,5 tahun.

"Jika semua dilakukan dengan benar, itu sangat fun," cetus Arief yang sempat berkali-kali mengalami patah tulang kering, atau engsel bahu bergeser. 

Urban highline  dan trickline merupakan salah dua dari sekian banyak genre slackline. Cabang lainnya adalah urban line, waterline, slackline yoga, free style slackline, dan windline.

"Seluruhnya bisa dilakukan di alam bebas, seperti perbukitan, pegunungan, taman kota, gedung tinggi, atau di antara dua pohon tinggi," kata Mulyana.


Atraksi pariwisata

Menurut Ceppy, olahraga ekstrem ini bisa menjadi atraksi pariwisata dalam lingkup perkotaan atau negara bila dikemas menarik. 

"Di Bangkok atau Kuala Lumpur saja, kegiatan urban highline atau pun trackline sudah menjadi atraksi pariwisata yang terintegrasi dengan destinasi-destinasi wisata ikonik macam Petronas Twin Towers atau ruang terbuka publik," imbuh Ceppy.

dokumen Ceppy Chair Bekajaya Aktivitas olahraga ekstrem highline di Gunung Hawu.
Sementara di Indonesia, kegiatan ini masih dilakukan dalam lingkup terbatas karena terbentur masalah birokrasi perizinan. 

"Üntuk menggelar atraksi trickline di lokasi-lokasi strategis perkotaan saja, harus minta izin keramaian kepada kepolisian atau untuk urban highline harus kulo nuwun kepada pemilik gedung," timpal Mulyana. 

Alhasil, aktivitas slackline di Indonesia baru berkembang di beberapa kota seperti Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Banjarmasin. 

Adapun torehan sejarah baru urban highline yang tercipta di apartemen Sentra Timur Residence, Pulo Gebang, Jakarta Timur, merupakan hasil kerjasama Kompas.com, komunitas Pushing Panda Bandung, dan SuperAdventure. 

Nantikan dan saksikan video kegiatan penciptaan rekor baru ini di situs www.superadventure.co.id

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X