Kompas.com - 30/12/2015, 20:07 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com - Maraknya pembangunan infrastruktur jalan tol dan transportasi yang mulai berjalan akan mengerek harga jual properti di Bekasi hingga mencapai 30 sampai 50 persen. Transportasi masal kereta ringan (Light rail transit/LRT), jalur kereta api dwiganda Manggarai–Cikarang, jalan tol layang Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) dan lingkar luar luar Cimanggis – Cibitung bakal makin mempercepat hubungan Bekasi dan Jakarta.

Demikian dikatakan Ipuk Nimpuno, Direktur Utama PT Adhi Persada Properti (APP), Rabu (30/12/2015), saat memaparkan beberapa proyek pengembang plat merah tersebut di Bekasi. Ipuk mengatakan jumlah penduduk Bekasi saat ini mencapai sekitar 7,4 juta. Dari jumlah itu, 2,5 juta penduduknya bekerja di Jakarta.

"Mereka sangat memanfaatkan sarana transportasi umum dan ini membuka peluang developer mengembangkan apartemen di lokasi yang dekat dengan infrastruktur atau sarana transportasi itu," kata Ipuk.

Sebagai anak usaha dari BUMN yang telah ditunjuk pemerintah untuk membangun LRT, APP sendiri sangat mendapatkan keuntungan, karena ujung jalur LRT yang juga menjadi stasiun penghentian terakhir di Bekasi itu akan dibangun di kawasan Grand Dhika City (GDC) Bekasi. Adapun GDC Bekasi merupakan proyek superblok seluas 10 hektar yang juga dikembangkan oleh APP.

"Superblok ini nantinya akan terintegrasi dengan stasiun LRT, ini keuntungannya," ujarnya.

Saat ini, GDC Bekasi sedang memasarkan Tower Cempaka dan telah masuk dalam tahap serah terima unit. Tahun depan, APP akan meramaikan kawasan itu dengan membangun mal dan beberapa tower apartemen lainnya.

Borong proyek

Selain tengah mengembangkan GDC Bekasi, tahun ini APP melansir Apartemen Mardhika Park di Tambun. Jaraknya hanya 5 kilometer dari GDC Bekasi. Di tahun ini juga APP membangun Tower Emerald Grand Dhika City Jatiwarna.

"Ke depannya kedua apartemen itu akan kami buatkan feeder untuk penghuni yang akan naik LRT," kata Ipuk.

Dalam mengembangkan posisinya sebagai Transit Oriented Development (TOD) atau satu konsep pengembangan tata ruang kota multifungsi yang terintegrasi dengan jaringan transportasi umum massal, APP bekerjasama dengan Divisi TOD Properti PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk mendukung posisinya sebagai kawasan strategis.

"GDC Bekasi akan punya stasiun LRT sendiri di dalamnya dan terhubung dengan rencana MRT dan Commuter Line sehingga jarak menuju pusat kota dapat ditempuh menjadi lebih singkat," kata Ipuk.

"Kami akan jadikan ini (GDC Bekasi) sebagai titik nol LRT," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.