Pengembang Lirik Potensi Besar Kawasan MT Haryono

Kompas.com - 14/11/2015, 12:52 WIB
Hingga sekitar pukul 12.00, lalu lintas di Jalan  Letjen MT. Haryono, Jakarta Selatan masih tampak macet, Rabu (7/5/2013). Kemacetan yang setiap hari terjadi  di Jakarta membuat banyak pengguna jalan mengokupansi jalur busway dan trotoar jalan.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROHingga sekitar pukul 12.00, lalu lintas di Jalan Letjen MT. Haryono, Jakarta Selatan masih tampak macet, Rabu (7/5/2013). Kemacetan yang setiap hari terjadi di Jakarta membuat banyak pengguna jalan mengokupansi jalur busway dan trotoar jalan.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Pikklo Land memang ikut bertarung memperebutkan potensi Jakarta Timur sebagai kawasan bisnis baru (Central Business Development) di Jakarta. Pengembang tersebut, melalui anak usahanya yang bekerjasama dengan PJM Group dalam KSO Fortuna Indonesia, tengah mengembangkan kawasan hunian terpadu kasasan MT Haryono.

Di luas lahan seluas 4.4 hektar, Pikko Land menawarkan konsep one stop living untuk membangun dua menara hunian vertikal, yaitu The Light dan Green Signature dan pusat bisnis dan komersial.

Menggandeng Pulau Intan sebagai kontraktor utama, pembangunan kawasan terpadu ini berjalan sesuai jadwal yang direncanakan, baik untuk pembangunan kawasan residensial maupun kawasan komersialnya.

Menara The Light dengan ketinggian 19 lantai dan memiliki luas bangunan sekitar 88,030 meter persegi akan melaksanakan penutupan atap akhir (topping off) pada November 2015 ini. Adapun Menara The Green Signature setinggi 20 lantai dengan luas bangunan sekitar 52,171 meter persegi, topping off-nya sesuai schedule yang dilaksanakan pada triwulan pertama tahun 2016.  

"Kedua menara residensial berjumlah sekitar 2.500 unit, pusat komersial dan bisnis penjualan serta office building tiga lantainya. Keduanya menunjukkan peningkatan penjualan setiap hari," ujar Direktur Utama Pikko Land, Nio Yantony, Sabtu (14/11/2015).
 
Apartemen The Light dan Green Signature memiliki 3 (tiga) tipe unit kamar dan dipasarkan dengan harga kompetitif mulai Rp 700-jutaan hingga Rp 1.6 miliaran sesuai dengan komposisi kamar per unit apartemennya. Untuk pusat bisnis dan komersial, dipasarkan dari luas 44 sampai 90 meter persegi dengan kisaran harga Rp. 3,3 hingga Rp. 6,7 milliar.

Nio mengatakan, kawasan MT Haryono, Jakarta Timur, menjadi titik poin prestasi maupun prestise bagi Pikko Land, terutama proyek Signature Park Grande. Titik poin tersebut membuka peluang unit hunian untuk ditempati atau dijadikan sarana investasi bersertifikat hak milik (strata title).

"Akses MT Haryono selalu ramai selama 24 jam baik ke dan menuju Gatot Subroto atau Plaza Semanggi," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, jika sebagian besar jalan tol di Jakarta memiliki rute melingkar, hanya jalan tol dalam kota MT Haryono-Gatot Subroto inilah berada di tengah. Strategis untuk menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan maupun contra flow Jakarta dengan Bodetabek.

Akses infrastruktur

Keberadaan area CBD di Jakarta Timur yang saat ini sekaligus dijadikan upaya pemerataan lokasi ruang ritel dan kawasan hunian terintegrasi dinilai perlu diperkuat. Upaya itu bisa dilakukan dengan mengoptimalisasi akses transportasi publik dan penataan peningkatan intensitas tata ruang di wilayah sibuk Jakarta tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X