Pengembang Lirik Potensi Besar Kawasan MT Haryono

Kompas.com - 14/11/2015, 12:52 WIB
Hingga sekitar pukul 12.00, lalu lintas di Jalan  Letjen MT. Haryono, Jakarta Selatan masih tampak macet, Rabu (7/5/2013). Kemacetan yang setiap hari terjadi  di Jakarta membuat banyak pengguna jalan mengokupansi jalur busway dan trotoar jalan.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROHingga sekitar pukul 12.00, lalu lintas di Jalan Letjen MT. Haryono, Jakarta Selatan masih tampak macet, Rabu (7/5/2013). Kemacetan yang setiap hari terjadi di Jakarta membuat banyak pengguna jalan mengokupansi jalur busway dan trotoar jalan.
Penulis Latief
|
EditorLatief

Optimalisasi akses itu terutama pada Jl MT Haryono, yang membentang sepanjang 3,5 kilometer dari Cawang, Jakarta Timur, hingga Semanggi, Jakarta Selatan. Sudah selayaknya kawasan jalan ini dikatakan sebagai kawasan pusat bisnis baru di Jakarta.

Salah satu potensi perkembangan kawasan di Jakarta ke depan adalah kawasan Jakarta Timur, khususnya di seputar Cawang–MT Haryono dan kawasan koridor by pass. Dukungan kelengkapan infrastruktur dan sarana aksesibilitas membuat kawasan itu akan semakin "seksi" sebagai lokasi investasi properti.

Seperti diketahui, PT Adhi Karya Persero (ADHI) telah ditugaskan Presiden RI Joko Widodo untuk mengembangkan moda transportasi massal jenis LRT sebagai pengganti proyek monorel dengan target operasi pada 2018. Tahap awalnya, Adhi Karya akan mengembangkan LRT rute Cibubur–Cawang–Semanggi–Grogol sepanjang 15 kilometer. Langkah selanjutkan di tahap kedua, yaitu rute Bekasi Timur-Cawang.

Menanggapi hal itu, Ketua Kehormatan REI, Lukman Purnomosid mengatakan padatnya kondisi jalan di wilayah sekitar pusat belanja adalah tanda persebaran kawasan bisnis yang kurang merata. Karena itulah, lanjut Lukman, Jakarta butuh area CBD baru.

Sejauh ini, menurut Lukman, Jakarta Timur adalah lokasi yang cocok. Hal itu mengingat jumlah ruang yang masih memungkinkan untuk pengembangan. Secara makro, kawasan Jakarta Timur memiliki potensi besar menjadi pusat CBD baru.

"Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 10 juta orang, pembangunan kawasan bisnis terfokus pada area-area tertentu sehingga terlihat menumpuk di satu lokasi. Padahal, di Jakarta masih terdapat area-area lain yang bisa dikembangkan untuk pusat perbelanjaan dan apartemen," ujar Lukman.

Ketua Umum DPP REI Periode 2004-2007 ini melihat bahwa perkembangan pembangunan di Jakarta saat ini lebih condong mengarah ke Timur. Hal itu otomatis membuat kawasan MT Haryono–Cawang dan sekitarnya terus dipenuhi gedung-gedung jangkung, baik gedung perkantoran, komersial, maupun hunian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ke depan kawasan ini akan bisa menyamai kawasan CBD lain di Jakarta lainnya seperti Kuningan, Thamrin, atau Sudirman,: ujar Lukman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X