Kompas.com - 21/09/2015, 10:47 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam hal pembangunan, selama ini pemerintah mengejar kecepatan tanpa memerhatikan desainnya. Sebaliknya, para arsitek justru fokus bekerja pada yang terbangun atau dalam kata lain, memerhatikan hasilnya.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia periode kerja 2015-2018 Ahmad Djuhara mengungkapkan hal tersebut kepada Kompas.com, Minggu (20/9/2015). Dia menyadari, pemerintah lebih banyak fokus pada proses yang cepat karena itu yang banyak diminta oleh masyarakat

"Sayangnya proses baik tidak selalu dikontrol dengan kualits yang baik. Pada proses membangun, negara kita belum menempatkan desain sebagai sesuatu yang dihargai," ujar Djuhara yang karib disapa Juju.

Indonesia pernah sangat memerhatikan keindahan bangunan saat dipimpin presiden pertama Indonesia, Soekarno, Dia adalah seorang insinyur yang paham betul terhadap desain. Soekarno memiliki pemikiran, bangunan yang hebat hanya bisa dibangun jika desainnya baik.

Juju menuturkan, tidak ada hal yang bisa didapatkan secara maksimal, jika dikerjakan terburu-buru. Kenyataannya, masyarakat Indonesia cenderung ingin cepat-cepat menerima hasil. "Budaya instan musuh besar arsitek. Bukannya tidak bisa buru-buru, tapi susah," kata Juju.

Selain itu, Juju juga menyayangkan penyusunan sistem anggaran di Indonesia. Pasalnya, baik pemerintah maupun perusahaan, tidak lagi mempertimbangkan dan menempatkan kualitas sebagai hal yang utama. Kebanyakan ingin proses yang cepat, sementara hasilnya tidak terlalu diperhatikan.

Hal ini, terlihat dari penempatan orang-orang yang mengerti arsitektur di pemerintahan. Meskipun saat ini, beberapa kepala daerah berani menciptakan inovasi baru, yang tidak hanya berpatokan pada proses instan. Sebut saja Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menekankan bahwa kualitas harus diperhitungkan.

"Itu yang kita lakukan. Masyarakat Indonesia butuh arsitek yang baik dan desain yang baik," jelas Juju.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.