WTC 3 Sudirman Dirancang Setara Gedung Perkantoran di New York

Kompas.com - 06/09/2015, 21:56 WIB
Render WTC 3 Sudirman, Jakarta. skyscrapercity.comRender WTC 3 Sudirman, Jakarta.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta boleh berbangga. Ibu kota Indonesia ini sudah mampu membangun gedung perkantoran sekaliber pusat-pusat keuangan dunia macam New York, London, Tokyo, dan Hongkong.

Gedung-gedung perkantoran tersebut adalah World Trade Center (WTC) 2 dan kelak WTC 3 di kawasan superblok WTC Sudirman, Jakarta Pusat. WTC 2 beroperasi pada 2012 silam yang dibangun dengan spesifikasi tinggi sehingga menjadikannya sebagai gedung perkantoran dengan ongkos konstruksi termahal di seluruh Indonesia yakni Rp 3 triliun.

Pada gilirannya, harga sewanya pun memegang rekor tertinggi dengan angka mencapai 57 dollar AS per meter persegi di luar biaya perawatan atau service charge. Tak mengherankan bila hanya perusahaan skala nasional, dan multinasional yang mampu berkantor di gedung seluas 57.000 meter persegi ini. Sementara WTC 3 sedang dalam masa pembangunan.

Direktur Central Cipta Murdaya (CCM) Holding, Karuna Murdaya, mengatakan, perusahaan multinasional yang berkantor di WTC 2 adalah PermataBank, Standard Chartered, dan Total E&P.

"Ketiganya menjadi penyewa utama WTC 2. Selain mereka ada banyak perusahaan lainnya sehingga total okupansi saat ini 75 persen," tutur Karuna kepada Kompas.com, Kamis malam (3/9/2015).

Untuk diketahui, CCM Holding merupakan perusahaan yang mengembangkan Superblok WTC Sudirman seluas 8 hektar. Mereka menjalin aliansi strategis dengan Hongkong Land, dan membentuk perusahaan patungan PT Jakarta Land dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50:50.

skyscrapercity.com Hoarding WTC 3 Sudirman
Setelah WTC 2, lanjut Karuna, Jakarta Land melanjutkannya dengan mengembangkan WTC 3 seluas 69.000 meter persegi. Gedungnya dirancang bebas kolom dengan teknologi tinggi yang memungkinkan efisiensi, dan efektivitas operasional.

CEO Leads Property Indonesia, sebagai agen tunggal pemasaran WTC 3, Hendra Hartono, menambahkan, spesifikasi gedung ini bakal lebih tinggi, dan bagus ketimbang WTC 2. WTC 3 didesain sebagai kantor pusat atau headquarter bagi perusahaan-perusahaan finansial global macam HSBC, UBS, dan PriceWaterhouse Cooper.

"Semuanya dibuat redundant seperti kaca jendela ganda (double glass window) yang memantulkan panas matahari, raised floor, double back up power, double electrical raiser, dan lain-lain," papar Hendra, kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2015).

WTC 3 yang merupakan karya arsitektur dari konsultan Inggris, Aedas ini juga telah mendapat sertifikasi Green Mark dari Building and Construction Authority (BCA) Singapura untuk desain berkelanjutan dengan mengadopsi teknologi konstruksi bangunan hijau.

Atas desain berkelanjutan ini, WTC 3 Sudirman mendapat anugerah terbaik di bidang arsitektur perkantoran atau the best office development dari Indonesia Property Awards 2015 yang digelar oleh Ensign Media Co. Ltd.

Untuk merealisasikan bakal portofolio terbarunya ini, Jakarta Land menginvestasikan dana sekitar 230 juta dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 3,3 triliun. Targetnya, gedung ini beroperasi pada akhir 2017 mendatang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X