Kompas.com - 08/05/2015, 01:03 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - "Jangan tunda proses lelang. Karena nomenklatur sudah rampung. Dengan adanya pejabat definitif, proses lelang bisa dipercepat. Apalagi anggaran proyek sudah dicairkan sejak pertengahan April lalu," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dalam siaran pers yang dikirimkan kepada Kompas.com, melalui surel, Kamis (7/5/2015), Basuki telah meminta kepada para kepala satuan kerja yang baru dilantik 5 Mei 2015, untuk mempercepat proses lelang kegiatan pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Pasalnya, penyerapan anggaran tahun ini harus sesuai target.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Diperkirakan pada Mei ini anggaran infrastruktur yang cair berkisar 15 sampai 20 persen,” tegas Basuki.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono, menambahkan, berbagai proyek infrastruktur mulai bergerak pada bulan Mei ini. Hingga 5 Mei 2015, tercatat proses lelang paket proyek infrastruktur mencapai 80,1 persen atau senilai Rp 68,4 triliun paket. Artinya, proyek infrastruktur yang belum dilelang tinggal Rp 17 triliun (19,9 persen).

"Kalau sudah tanda tangan kontrak, uang muka sudah bisa diambil 15-20 persen dari nilai kontrak," kata Taufik.

Ada pun alokasi APBNP Kementerian PUPR untuk tahun ini naik sekitar 50 persen dibanding 2014, dari Rp 78,71 triliun menjadi Rp 118,54 triliun. Per 20 April 2015, progres penyerapan anggaran baru mencapai 2,41 persen, padahal targetnya sekitar 11,07 persen.

“Hingga saat ini anggaran sudah terserap 4 persen atau Rp 4,8 triliun, itu untuk belanja rutin dan perbaikan rutin,” jelas Taufik.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan optimismenya, bahwa pertumbuhan ekonomi akan bergerak cepat sejalan dengan realisasi anggaran infrastruktur. Sebagaimana diketahui, pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen.

Kendati data BPS menunjukkan angka pertumbuhan hanya 4,7 persen pada kuartal pertama 2015, namun Jokowi yakin ekonomi masih bisa tumbuh 5,4 persen.

Terkait lambatnya penyerapan dana infrastruktur, dalam beberapa kesempatan Basuki menyebutkan, itu merupakan hal biasa terjadi pada awal tahun. Khusus untuk Kementerian PUPR, selain karena adanya perubahan nomenklatur, juga masalah daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.