Kompas.com - 07/05/2015, 15:51 WIB
Singapura butuh satu generasi untuk sampai pada efisiensi dan efektivitas tingkat tinggi. Produk perencana kota, pelaksanaan pembangunan, program revitalisasi, dan partisipasi swastanya berjalan seiring.
Hilda B A/KOMPAS.comSingapura butuh satu generasi untuk sampai pada efisiensi dan efektivitas tingkat tinggi. Produk perencana kota, pelaksanaan pembangunan, program revitalisasi, dan partisipasi swastanya berjalan seiring.
|
EditorLatief

Singapura bisa menjadi contoh paling baik dan paling dekat. Kota ini memerlukan satu generasi untuk sampai pada efisiensi dan efektivitas tingkat tinggi. Produk perencana kota, pelaksanaan pembangunan, program revitalisasi, dan partisipasi swastanya berjalan seiring.

General Manager Marketing Keppel Land, Albert Foo, mengatakan, Pemerintah Singapura membuka kesempatan luas untuk swasta mengembangkan sebuah kawasan dalam yurisdiksi yang jelas dan terencana dengan baik. Untuk mengembangkan Marina Keppel Bay, misalnya. pusat bisnis atau central business district (CBD) baru itu harus mengikuti dan menerapkan betul urban development guide lines (UDGL). Dengan begitu, kecil peluang terjadinya malpraktik konstruksi yang akan menimbulkan masalah seperti banjir, macet, atau tumpang tindih peruntukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di sini segala sesuatunya sudah jelas dan terukur, termasuk membangun reklamasi untuk CBD baru agar tidak terjadi malpraktik konstruksi yang berpotensi menimbulkan banjir, macet, atau kerusakan lingkungan," kata Foo kepada KOMPAS.com, Rabu (6/5/2015).

Negara betul-betul hadir dalam menegakkan peraturan terkait perencanaan dan pengembangan kota yang melibatkan perusahaan milik negara, pemerintah kota, maupun swasta. Hal itu tak terkecuali ketika Singapura mengalami booming (ledakan) dan nyaris bubble (gelembung) properti, sebab pemerintahnya dengan sigap melakukan langkah pendinginan (cooling measures).

"Kehadiran negara penting untuk membuat kondisi, dan iklim investasi menjadi lebih sehat, dan kendali pasar menjadi lebih mudah, karena segala sesuatunya, termasuk infrastruktur sistem direncanakan dengan baik," kata Foo.

Kembali pada kota cerdas, Singapura hingga saat ini memiliki 1.600 aplikasi sistem kota cerdas menyangkut layanan publik, mulai transportasi, keamanan, kebersihan, pendidikan, kesehatan, pusat belanja, hotel, hingga rancangan-rancangan induk terkait pengembangan perkotaan. Semua bisa diakses dengan mudah, cepat dan efisien.

Sementara itu, Bandung baru mengembangkan 300 aplikasi dengan biaya Rp 25 miliar. Ada pun kebutuhan dana untuk seluruh aplikasi layanan publik terbangun senilai Rp 200 miliar.

Oleh karena itu, lanjut Bernardus, Bandung dan kota-kota di Indonesia harus mempunyai perangkat kelembagaan untuk mengatu Public Private Partnership (PPP) kelas dunia. Pasalnya, banyak PPP akan melibatkan perusahaan teknologi, pengembang properti, dan pendanaan internasional.

"Mau tidak mau semua pemimpin kota harus mengarah ke sana," tandas Bernardus.

Pasalnya, kota-kota Indonesia, termasuk Bandung, memerlukan investasi sangat besar untuk menanamkan infrastruktur smart city seperti jaringan information and communication technology (ICT), serat optik, microcels, konten-konten aplikasi kepemerintahan atau masyarakat, kapasitas broadband, server dan jaminan pasokan energi.

Tentu saja, masih banyak infrastruktur dasar di Bandung dan kota-kota besar Indonesia yang juga membutuhkan perhatian utama. Semua itu harus diperhatikan, mulai sistem jaringan air limbah, air bersih, penataan kawasan kumuh, pengelolaan regenerasi akibat gentrifikasi pusat-pusat pelayanan di kota.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.