Subsidi Uang Muka Rumah Dorong Daya Beli Masyarakat

Kompas.com - 05/05/2015, 21:42 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
Penulis Icha Rastika
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan subsidi uang muka, dan penerapan uang muka satu persen untuk rumah murah diharapkan bisa mendorong daya beli masyarakat. Dengan demikian, perekonomian nasional dapat kembali menggeliat.

"Jadi dengan adanya kebijakan (policy) program pemerintah, uang muka rumah 1 persen ini akan tingkatkan daya beli masyarakat. Sehingga masyarakat akan punya dorongan untuk membeli rumah ini," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara Maryono di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (5/5/2015) seusai mengikuti rapat perumahan.

Rapat perumahan yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla ini turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Ferry Mursyidan Baldan, serta Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya.

Di samping memberikan subsidi uang muka dan menurunkan persentase uang muka rumah yang harus dibayar, pemerintah juga menerapkan suku bunga rendah untuk kredit perumahan rakyat (KPR), yakni pada level 5 persen.

"Uang muka tadi di samping 1 persen, ada tambahan kontan (cash) Rp 4 juta subsidi dari pemerintah. Sebenarnya sudah berapa kali kami laporkan ke media," tambah Menteri Basuki.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari program penyediaan satu juta rumah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Basuki, program ini tidak main-main. Presiden Joko Widodo memonitor langsung pelaksanaan program tersebut.

"Ini enggak main-main karena menyangkut kebutuhan orang banyak, apalagi untuk MBR, jadi ini Beliau sangat konsen sekali agar berjalan sesuai program kita," ucap Basuki.

Untuk tahap pertama, pemerintah menargetkan pembangunan 331.000 rumah yang tersebar di sejumlah provinsi. Sebelum groundbreaking atau peletakkan batu pertama pada 29 April lalu, pemerintah telah membangun 20.000 rumah.

"Yang sudah dikerjakan sebelum groundbreaking sekitar 20.000-an unit, yang pada aat groundbreaking itu sekitar 103.000 di beberapa provinsi. Itu representasinya delapan provinsi itu ada 103.000 unit. Ini kita monitor terus sampai dengan progres maksimal nanti," tutur Basuki.

Terkait dengan program rumah murah, pemerintah juga mengubah 10 regulasi. Salah satunya adalah revisi peran Perum Perumnas menjadi pengelola perumahan, sekaligus sebagai pengembang. Regulasi lainnya terkait aturan investasi.

"Misalnya, dari BPJS, aturan sebelumnya hanya boleh investasi 5 persen tetapi dengan perubahan ini diminta tiga hari, bisa diselesaikan untuk 30 persen anggaran bisa investasi sebesar Rp 48 triliun," pungkas Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Perumahan
Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Berita
Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Berita
Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Berita
Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Berita
The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Berita
Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf 'Y'

Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf "Y"

Konstruksi
194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

Konstruksi
Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Fasilitas
Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Kawasan Terpadu
Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Berita
Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Hunian
MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

Kawasan Terpadu
DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

Konstruksi
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.