Sulap Tanjung Lesung Jadi Destinasi Wisata Dunia, Jababeka Butuh Rp 15 Triliun

Kompas.com - 07/04/2015, 10:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Merealisasikan mimpi menjadikan Tanjung Lesung, Banten, sebagai destinasi wisata kelas dunia, bukan perkara mudah. Butuh konsep paripurna, sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan keahlian, kerja keras, waktu, dukungan pemerintah, dan juga banyak dana.

Mudah dimafhumi jika selama 24 tahun kawasan Tanjung Lesung dikembangkan, tak banyak kemajuan yang dicapai. Bahkan, pamornya kalah populer ketimbang kawasan-kawasan wisata lainnya. Sebut saja Bali, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Padahal, dana yang sudah digelontorkan mencapai Rp 1,4 triliun.

Hal ini diakui Presiden Direktur PT Jababeka Tbk., Setyono Djuandi Darmono, selaku pengembang kawasan Tanjung Lesung melalui anak usahanya PT Banten West Java (BWJ). Menurut dia, dengan potensi tak kalah luar biasa dibanding Bali, dan Lombok, Tanjung Lesung harus didukung sepenuhnya. 

"Dukungan yang kami butuhkan tak hanya komitmen pemerintah, melainkan juga tambahan dana, serta realisasi pembangunan infrastruktur. Karena Tanjung Lesung diminati banyak investor besar. Mereka baru mau masuk kalau infrastruktur sudah terbangun. Percuma membangun properti tapi infrastruktur masih memprihatinkan," tuturnya kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (6/4/2015). 

Terlebih, Tanjung Lesung sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang yudhoyono melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2012, dan kemudian diresmikan operasionalnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 23 Februari 2015.

Oleh karena itu, Darmono menyambut antusias saat Jokowi menginstruksikan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera membangun jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83 kilometer yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Rp 15 Triliun

Darmono menjelaskan, dana yang dibutuhkan untuk membangun seluruh infrastruktur, berikut fasilitas pelengkap dalam area pengembangan Tanjung Lesung seluas 1.500 hektar, tak kurang dari Rp 15 triliun. 

Oleh karena itu, BWJ menerapkan strategi tourism, trade and investment (TTI), sejalan dengan dukungan pemerintah menjadikan Tanjung Lesung sebagai destinasi pariwisata tingkat dunia.

"Jika sektor pariwisata sudah berjalan dengan baik, maka terjadi transaksi perdagangan. Jika perdagangan sudah hidup, akan menarik minat investasi. Ini yang kami lakukan untuk kawasan Tanjung Lesung," tutur Darmono.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.