Kompas.com - 31/03/2015, 09:00 WIB
Proposal kantor murah yang dibentuk dari tumpukan kontainer pengiriman di Hechingen, Jerman. dezeenProposal kantor murah yang dibentuk dari tumpukan kontainer pengiriman di Hechingen, Jerman.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Arsitek asal London, Inggris, James Whitaker menggambar proposal untuk sebuah bangunan perkantoran murah di Jerman yang terdiri dari tumpukan kontainer pengiriman. Bangunan tersebut disusun agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam interior pada waktu berbeda dalam satu hari.

Whitaker mengembangkan konsep tersebut pada tahun 2010 saat bekerja sebagai fotografer setelah sebelumnya didekati oleh sebuah biro iklan yang tertarik dalam membangun ruang kerja di tengah hutan Black Forest dekat Kota Hechingen, Jerman.

Agensi tersebut ditutup sebelum proyek dapat direalisasikan. Namun Whitaker baru-baru ini justru membuat beberapa gambaran rinci untuk mempromosikan perpindahan studionya ke dalam produksi citra digital.

Klien Whitaker awalnya hanya meminta desain menggunakan kontainer pengiriman untuk mengurangi biaya. Hal ini dilakukan dengan membentuk dasar dalam sugesti arsitek pada klater kotak logam dengan komposisi radial.

dezeen Bangunan ini terinspirasi dari desain pertubuhan kristal di laboraturium sains dan kastil abad kesebelas yang menghadap Hechingen.
"Bangunan ini terinspirasi dari desain pertubuhan kristal di laboraturium sains dan kastil abad kesebelas yang menghadap Hechingen," ujar Whitaker.

Kastil Hohenzollern yang direkonstruksi pada abad ke 19 oleh King Frederick Willian IV dari Prussia diposisikan di atas bukit dekat kota dan dilengkapi dengan pengaturan hiasan menara dengan gaya Gothic Revival.

Vertikalitas menara benteng tersebut kemudian ditimbulkan dalam bentuk tebing kontainer yang diarahkan untuk melacak arah matahari ketika bergerak melintas langit.

Sebelum proyek ini dihentikan, Whitaker telah memiliki sumber pasokan untuk kontainer dari Rotterdam, Belanda dan fabrikator metal di Hamburg, Jerman yang akan mengadaptasikan struktur sehingga mereka bisa bekerja sama dalam lokasi.

Basis balok kantilever akan tetap di puncak kontainer yang lebih rendah untuk mematok dan mencegah pergeseran.

Whitaker juga menjelaskan bahwa kepindahannya ke dunia citra digital telah diinformasikan lewat pengalamannya sebagai fotografer dan pemahamannya mengenai cahaya, bayangan, dan refleksi yang akan mengubah penampilan bangunan.

"Dalam banyak hal visualisasi dan fotografi merupakan hal yang sangat mirip. Sebuah foto yang baik harus bisa merayu dan membuat penasaran khalayak. Hal tersebut harus dapat menarik dan memancing emosi mereka," lanjut Whitaker.



Sumber Dezeen
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X