Penjualan Signifikan, Pondok Indah Group Rilis Perkantoran Tahap II

Kompas.com - 23/02/2015, 12:36 WIB
Puri Indah Financial Office Tower merupakan aset perkantoran strata perdana persembahan Pondok Indah Group. Mereka membenamkan investasi senilai Rp 950 miliar di gedung ini. www.skyscrapercity.comPuri Indah Financial Office Tower merupakan aset perkantoran strata perdana persembahan Pondok Indah Group. Mereka membenamkan investasi senilai Rp 950 miliar di gedung ini.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Terpicu positifnya tingkat penjualan Puri Indah Financial Tower (PIFT) di Puri Indah CBD Jakarta Barat, Pondok Indah Group melalui PT Antilope Madju Puri Indah mulai memasarkan kepada publik Puri Indah Financial Tower Tahap II (PIFT II).

Vice President Director Pondok Indah Group, Jefri S Tanudjaja, mengungkapkan, saat ini dari 60 persen ruang PIFT yang dipasarkan kepada publik, 80 persennya sudah terjual. PIFT sendiri dirancang seluas 41.759 meter persegi dengan ketinggian bangunan mencapai 25 lantai. 

"PIFT tidak sepenuhnya kita jual. Sekitar 60 persen saja kita pasarkan untuk umum dengan harga jual aktual Rp 36 juta per meter persegi. Sisanya 40 persen kita jadikan aset recurring income dan disewakan," ujar Jeffri kepada Kompas.com, Senin (24/2/2015).

Sementara PIFT II mulai dipasarkan kuartal pertama tahun ini dengan harga penawaran sekitar Rp 36 juta per meter persegi. Serupa PIFT, generasi keduanya ditawarkan secara hibrid, dengan komposisi 65 persen jual, dan 35 persen sewa.

Tingginya minat terhadap perkantoran di Puri Indah CBD, menurut Associate Director Pondok Indah Group, Herman Widjaja, berasal dari perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan dan perbankan, seperti CIMB Niaga, dan OCBC NISP yang menjadi tenan utama, serta perusahaan-perusahaan yang selama ini berkantor di ruko dan rukan di sekitar Puri Indah.

"Selain itu, ada juga perusahaan yang sebelumnya berkantor di gedung-gedung di Central Business District (CBD) Jakarta. Mereka kemudian relokasi ke PIFT, karena harga sewa di CBD Jakarta sangat tinggi yakni sekitar 35 dollar AS per meter persegi per bulan," tutur Herman.

Berkembang pesat

Pasar perkantoran di Jakarta Barat, secara umum mengalami perkembangan pesat. Beralihnya kultur bisnis dan usaha yang sebelumnya menjadikan ruko dan rukan sebagai tempat usaha, ikut memberikan kontribusi terhadap perkembangan pasar perkantoran.

"Jumlah mereka yang saat ini masih berbisnis di ruko dan rukan masih sangat banyak. Ini merupakan peluang bagi kami untuk membawa mereka beralih ke gedung perkantoran. Untuk itulah kami tawarkan PIFT II," tandas Herman.

Selain itu, lanjut dia, secara komersial, daerah Puri Indah dan sekitarnya juga sudah menjadi kawasan pilihan untuk investasi. Selain Pondok Indah Group, terdapat Lippo Karawaci yang mengembangkan The St Moritz Penthouse and Residences lengkap beserta gedung perkantoran, hotel, pusat belanja dan apartemen.

Tak jauh dari Puri Indah, ada Ciputra International yang dibesut PT Ciputra Property Tbk. Ciputra International di atas lahan seluas 7,5 hektar tersebut berisi enam menara perkantoran, tiga menara apartemen, dan satu menara hotel bintang lima dengan bendera InterContinental.

"Kedekatan Puri Indah dengan Bandara International Soekarno-Hatta, aksesibilitas yang mudah ditempuh dari berbagai arah, serta kondisi infrastruktur jalan yang memadai seiring terkoneksinya JORR W1 dan W2 telah mendongkrak reputasi Puri Indah sebagai kawasan bisnis," pungkas Herman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X