Kompas.com - 18/02/2015, 08:29 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi rencana pengembangan kawasan industri di Provinsi Papua, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, menyarankan Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi Papua untuk menyiapkan lima hal mendasar.

"Pertama, Pemerintah harus menyiapkan regulasinya terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berikut penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dalam penyiapan lahannya agar terkoordinasi dengan baik, dan tidak tumpang tindih peruntukannya dengan sektor strategis lainnya," papar Sanny kepada Kompas.com, Selasa (18/2/2015).

Hal fundamental kedua, lanjut Sanny, adalah pembangunan infrastruktur dasar. Infrastruktur dasar dimaksud menyangkut pelabuhan laut, akses penghubung dari dan ke pelabuhan menuju Kawasan Industri yang akan dibangun.

"Infrastruktur dasar ini sangat penting untuk menekan waktu dan jarak tempuh yang selama ini menjadi kendala di Papua, dan daerah lainnya yang minim infrastruktur sehingga harga barang menjadi jauh lebih mahal," tutur Sanny.

Dia menambahkan, hal mendasar ketiga yang tak kalah vital adalah pembangunan pembangkit listrik untuk memasok energi yang dibutuhkan kawasan-kawasan industri.

Hal keempat, menurut Sanny adalah menyiapkan pusat pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM) lokal sesuai dengan kebutuhan industri yang akan masuk dan beroperasi.

"Keterbatasan SDM, minimnya infrastruktur, medan yang berat, merupakan tantangan bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Dibutuhkan kesungguhan pemerintah dalam mewujudkan pengembangan kawasan industri di Papua. Banyak aspek yang harus diupayakan untuk mendukung terealisasinya rencana tersebut," tandas Sanny.

Demikian halnya dalam aspek pengelolaan kawasan industri, Sanny, mengusulkan agar pengelolanya merupakan badan atau organisasi yang merupakan bentukan kerjasama antara pemerintah provinsi/kabupaten dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Seperti halnya Kawasan Industri Teluk Bintuni di Papua Barat, PT Pupuk Indonesia ditunjuk sebagai pengelolanya. Ini bertujuan agar pengelola kawasan lebih profesional dan komprehensif," cetus Sanny.

Sementara mengenai harga lahan kawasan industri, harus disesuaikan dengan kondisi pasar. Tentu saja, harus menarik bagi investor, dan juga jangka waktu atas hak tanahnya harus diperhatikan.

"Karena hal itu akan memberikan kepastian investasi untuk jangka panjang," pungkas Sanny.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) mendukung sepenuhnya pembangunan kawasan industri di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Pembangunan kawasan industri ini merupakan bagian dari kesepakatan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua, dan PT Freeport Indonesia.

"Apa yang menjadi bagian dari porsi ke-PU-an (pekerjaan umum), menyangkut kawasan industri yang terkait infrastruktur jalan, penyediaan air, dan juga permukiman akan kami dukung. Apa pun bentuknya, bisa kawasan industri khusus, kawasan industri terintegrasi, ataupun kawasan ekonomi khusus, selama dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua, kami dukung," tegas Menteri Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, kepada Kompas.com, Minggu (15/2/2015).

Untuk diketahui, Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono dan Menteri ESDM Sudirman Said berbagi peran melakukan peninjauan langsung kondisi Papua terkait rencana pembangunan smelter (fasilitas pengolahan hasil tambang). Setelah peninjauan dilanjutkan dengan pertemuan tertutup antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia yang menghasilkan beberapa kesepakatan.

Pada poin kedua kesepakatan, disebutkan bahwa smelter yang akan dibangun merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri yang dikembangkan pemerintah daerah, Provinsi Papua maupun Kabupaten Mimika. Kementerian PU-PR akan mendukung penyiapan kawasan dan mencocokkan dengan rencana tata ruang nasional.

“Untuk rencana pembangunan smelter ini Kementerian PU-Pera akan memberikan dukungan sepenuhnya dalam rangka tidak hanya membangun smelternya saja, tetapi sebagai salah satu aspek dari kawasan industri yang akan dibangun di Timika,” kata Basuki.

Ada pun bentuk dukungan untuk kawasan industri tersebut adalah berupa jalan akses menuju kawasan, penyediaan air, dan perumahan. Anggarannya sendiri saat ini belum disusun.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

Berita
Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Berita
Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Konstruksi
Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Perumahan
Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Berita
Apa Beda Rumah 'Cluster' dengan 'Townhouse'? Ini Jawabannya

Apa Beda Rumah "Cluster" dengan "Townhouse"? Ini Jawabannya

Hunian
Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Hunian
KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

Berita
Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta 'One Satrio' Dibuka November 2022

Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta "One Satrio" Dibuka November 2022

Ritel
Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Interior
Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Berita
Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Ritel
Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Kawasan Terpadu
Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Berita
Target Akhir 2022, Tol Cisumdawu Bisa Dilewati Hingga Seksi 4

Target Akhir 2022, Tol Cisumdawu Bisa Dilewati Hingga Seksi 4

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.