Kompas.com - 15/02/2015, 23:00 WIB
Suasana pameran Indonesia Property Expo 2015 di Jakarta Convention Center. Pameran berlangsung tanggal 14 Februari hingga 22 Februari 2015. Gambar diambil pada Sabtu (14/2/2015). Dimas Jarot Bayu/Kompas.comSuasana pameran Indonesia Property Expo 2015 di Jakarta Convention Center. Pameran berlangsung tanggal 14 Februari hingga 22 Februari 2015. Gambar diambil pada Sabtu (14/2/2015).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati kredit kepemilikan rumah (KPR) yang disubsidi oleh pemerintah lewat Bank Tabungan Negara (BTN) dianggap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menguntungkan, namun tidak berpengaruh banyak.

Pasalnya, harga rumah terus naik melebihi kenaikan penghasilan karyawan atau pekerja kantoran. Lonjakan harga rumah bisa 20 persen hingga 30 persen. Sementara penghasilan bersih karyawan naik hanya lima persen hingga 10 persen.

Ketimpangan antara jumlah penghasilan dan harga rumah sangat dirasakan Agus. Pria 38 tahun ini mengunjungi pameran Indonesia Property Expo di Jakarta Convention Center, pada Sabtu (14/2/2015).

Dia mengatakan, KPR yang diberikan tidak terlalu bisa membantu. Terlebih dengan suku bunga yang dipatok saat ini. Menurut Agus, dengan suku bunga yang masih berada pada level 7,25 persen untuk KPR subsidi, masih sangat memberatkan. Dengan suku bunga sebesar itu, angsuran per bulan bisa lebih dari 30 persen penghasilan.

"KPR membantu, tapi tidak banyak. Harga rumah kan terus naik, peningkatannya bisa mencapai 10 kali lipat. Padahal pendapatan kita paling cuma naik satu atau dua kali. Ini kan jelas gap-nya," ujar Agus.

Agus menganggap, suku bunga KPR subsidi masih terlampau tinggi. Ia berharap, pemerintah dapat meringankan suku bunga KPR bersubsidi agar masyarakat dapat memiliki hunian.

"Ya saya berharap ada penurunan suku bunga. Kalau yang sekarang itu masih terlalu berat bagi kelas MBR. Sekarang masyarakat kan juga punya kebutuhan rumah," ujar Agus.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bank BTN, Mansyur S. Nasution, mengatakan akan melakukan penyesuaian suku bunga KPR yang berlaku per 1 Maret 2015. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah evaluasi dengan berbagai pertimbangan bisnis serta tetap memperhatikan kemampuan masyarakat dan bank.

"Penyesuaian suku bunga bervariasi. Untuk KPR/KPA dengan suku bunga tetap 1 atau 2 tahun penurunan bervariasi antara 50 sampai 75 basis poin. Untuk KPR/KPA Subsidi, penurunan bervariasi antara 200 sampai 400 basis poin," tandas Mansyur.

KPR BTN diminati

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.