Kompas.com - 03/02/2015, 16:06 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Toilet publik yang bersih dan laik pakai merupakan salah satu infrastruktur dasar yang harus dibangun sebuah kota, selain penyebrangan jalan yang aman, taman kota yang rapi, dan jalur pedestrian yang nyaman bagi semua warganya.

CEO Jakarta Endowment For Art Heritage, Lin Che Wei, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, Selasa (3/2/2015).

Sayangnya, Jakarta, terutama di kawasan Kota Tua, tidak memiliki toilet umum bersih dan laik pakai. Toilet yang ada sangat kotor, jorok, dan berbau. Kondisi ini memaksa pengunjung dan pedagang kaki lima di sekitarnya seringkali buang air kecil di sembarang tempat.

Padahal, Jakarta atau sebelumnya dikenal sebagai Batavia, dirancang dan dibangun oleh Jan Pieterszoon Coen berdasarkan konsep "kota ideal", Simon Stevin dengan pola berbentuk segi empat. Tiap sudut kota memiliki benteng yang menonjol keluar.

Kota Batavia pada zaman itu dipagari oleh benteng (tembok tinggi) yang di dalamnya terdapat banyak kanal. Kota terbagi menjadi dua bagian, barat dan timur, yang dipisahkan oleh Sungai Ciliwung. Bangunan-bangunan yang terdapat di dalamnya terbagi menjadi beberapa blok dan  dipisahkan oleh jalan dan parit yang terbentang secara melintang dan membujur.

Nah, rintisan untuk memperbaiki Jakarta menjadi kota ideal itu salah satunya dengan menggelar pameran Art & Toilets: Bringing Back The Glory of The Past di Galeria Fatahillah, Gedung Kantor Pos Lantai 2, Kawasan Kota Tua, Jakarta.

Pameran ini resmi dibuka pada Selasa (3/2/2015) dan mencoba menghadirkan seni lukisan yang menghubungkan antara masa lalu dan masa kini dari awal berdirinya Batavia hingga menjadi Jakarta. Selain itu, pameran ini yang akan berlangsung hingga 3 Mei 2015 ini juga bertujuan memperkenalkan program pemerintah, yakni revitalisasi kawasan Kota Tua.

"Revitalisasi tersebut dimulai dari memperbaiki sanitasi. Jadi, selain seni, toilet menjadi tema yang dimunculkan dalam pameran. Membenahi Kota Tua tidak hanya dengan melakukan pameran seni, tetapi juga membenahi prasarana dasar seperti toilet," tutur Wei.

Pengunjung diharapkan menyadari bahwa pembenahan Kota Tua harus juga dilakukan pada hal yang mendasar, seperti kebersihan. Selama ini, hampir tidak ada toilet yang bersih di Kota Tua. Padahal, Kota Tua sudah menjadi warisan sejarah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.