Adhi Karya: Pembongkaran Tiang Monorel Tidak Berdasar

Kompas.com - 26/01/2015, 17:02 WIB
Tiang-tiang proyek monorel di Jalan Gelora, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan fisik proyek MRT akan mulai dikerjakan dalam waktu satu bulan. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROTiang-tiang proyek monorel di Jalan Gelora, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan fisik proyek MRT akan mulai dikerjakan dalam waktu satu bulan.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan pembongkaran tiang-tiang monorel pasca pemutusan kontrak kerjasama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan PT Jakarta Monorail (JM) dinilai PT Adhi Karya (Persero) Tbk., tidak berdasar.

"Tidak ada dasarnya itu, surat permintaan pembongkarannya saja saya belum terima. Jadi saya tidak tahu apakah permintaan pembongkaran tiang-tiang monorel itu ada dalam surat  pemutusan kontrak kerjasama Pemprov DKI Jakarta dan JM? Saya tidak bisa komentar lebih jauh," tutur Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Kiswodarmawan, kepada Kompas.com, Senin (26/1/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kiswodarmawan melanjutkan, pihaknya justru telah melakukan pertemuan informal sebanyak tiga kali dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Pertemuan tersebut, menurut Kiswodarman, membahas kelanjutan proyek pembangunan moda transportasi berbasis rel tersebut.

"Pertemuan dilangsungkan Januari tahun ini juga. Salah satu poin terpenting yang kami ajukan adalah pemutusan kontrak kerjasama dengan PT JM. Poin lainnya adalah pengajuan proposal baru terkait pembangunan monorel," ungkap Kiswodarmawan.

Dia menilai, langkah Pemprov DKI Jakarta memutus kontrak kerjasama dengan PT JM sudah benar. Pasalnya, jika kontrak kerjasama masih berlanjut, tidak akan ada kejelasan. "Kami jadi tidak bisa bergerak. Pemutusan kontrak kerjasama tersebut merupakan solusi terbaik," imbuh KIswodarmawan.

Tiang-tiang monorel yang kadung terbangun, lanjut Kiswodarmawan, merupakan aset PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Oleh karena itu, kata dia, perseroan memiliki hak secara resmi atas tiang-tiang tersebut, yang nilai aktualnya belum dihitung lagi hingga hari ini.

Sebelumnya diberitakan, setelah memutus kontrak kerja sama dengan PT JM, Pemprov DKI Jakarta meminta agar tiang-tiang monorel yang mangkrak segera dibongkar. Pasalnya, keberadaan tiang-tiang tersebut dinilai mengganggu keindahan kota.

Permintaan pembongkaran tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah. Menurut dia tiang-tiang itu dibangun tanpa menggunakan dana dari APBD ataupun APBN. Dengan demikian, pembongkaran tidak akan merugikan negara.

"Karena ini bukan uang APBD atau APBN, ini kan PT JM bekerja sama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. DKI minta juga untuk bongkar," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/1/2015).

Saefullah menambahkan, keberadaan tiang-tiang yang mangkrak itu juga tidak bermanfaat. "Tidak ada manfaatnya untuk kota. Karena tidak ada kemajuan, kita tidak dapat melanjutkan (kerja sama)," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.