Harga Tanah dan Properti di Dua Kawasan Ini Bakal Meroket

Kompas.com - 23/01/2015, 13:42 WIB
Rencana jembatan layang penghubung Terminal Bus Terpadu Sentera Timur Pulo Gebangg dan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), di Cakung, Jakarta Timur. Gambar diambil pada Kamis (10/7/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusRencana jembatan layang penghubung Terminal Bus Terpadu Sentera Timur Pulo Gebangg dan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), di Cakung, Jakarta Timur. Gambar diambil pada Kamis (10/7/2014).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak seperti Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan yang sudah mapan dengan harga tanah dan properti sangat tinggi, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur punya peluang besar untuk tumbuh lebih pesat.

Member Broker Century 21 Indonesia, Ali Hanafia, memastikan hal tersebut terkait fenomena bisnis properti di Jakarta, kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2015). Kondisi kedua kawasan tersebut dinilai Ali, under valued (di bawah harga pasar).

"Tanah di area premium Jakarta Timur yakni Pulo Gebang, contohnya, harganya masih berada di kisaran Rp 15 juta. Padahal, Pulo Gebang merupakan kawasan yang dijadikan sebagai Sentra Primer Baru Timur (SPBT)," kata Ali.

Di SPBT ini pula telah dibangun terminal modern terpadu Pulo Gebang yang bisa diakses masyarakat dari seluruh Jakarta, dan kawasan perbatasan Bekasi. Selain itu, moda Transjakarta juga bisa melintasi kawasan ini. Pendek kata aksesibilitas dan infrastruktur Pulo Gebang sama memadainya dengan kawasan lain di Jakarta.

Megaproyek Sentra Timur Residences yang dikembangkan PT Bakrie Pangripta Loka berkolaborasi dengan Perum Perumnas, menurut Ali, ikut menciptakan geliat transaksi properti. Demikian halnya beberapa pengembangan apartemen dan pusat belanja lainnya di luar SPBT seperti Basura City, Cassablanca East Residences, Pulomas City, dan lain-lain.

Sedangkan di area premium Jakarta Barat, yakni Puri Indah, harga tanah dan properti masih berada pada level Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per meter persegi. Padahal, dengan kelengkapan fasilitas umum, fasilitas sosial, serta kedekatannya dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, seharusnya nilai tanah dan propertinya bisa mencapai kisaran Rp 35 juta per meter persegi.

Beberapa megaproyek macam St Moritz Penthouse and Residences, Puri Indah CBD, dan Ciputra International, turut mendongkrak reputasi Jakarta Barat sebagai opsi investasi selanjutnya.

"Kedua kawasan tersebut punya potensi untuk tumbuh lebih pesat lagi. Saya prediksi kenaikan harganya bisa sampai 20 persen hingga 30 persen tahun ini, seiring banyaknya proyek properti, infrastruktur, dan fasilitas yang dibangun," papar Ali.

Dia menambahkan, selain pembangunan fisik, permintaan tanah dan properti di Jakarta Barat dan Timur juga terus menguat. Banyak pembeli yang berasal dari Jakarta Utara, jenuh dengan tempat tinggalnya dan relokasi ke Jakarta Barat.

"Selain itu, kita mengenal adanya siklus. Tahun ini giliran Jakarta Barat dan Jakarta Timur yang akan menonjol dan jadi incaran investor," kata Ali.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X