Kompas.com - 15/12/2014, 12:57 WIB
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Saat New York, San Fransisco, dan kota-kota pesisir lainnya dilanda krisis perumahan, Chicago mengalami masalah lain, yaitu kejahatan kekerasan, anak-anak putus sekolah, dan korupsi politik. Meski begitu, semakin dekat ke pelaksanaan pemilu, Wali Kota Chicago Rahm Emanuel menggunakan profil perumahan yang terjangkau sebagai isu kampanye.

Pekan ini, Emanuel menyatakan dukungan untuk usulan amandemen utama hukum zonasi inklusi kota yang disebut Affordable Requirements Ordinance (ARO) atau Peraturan Persyaratan atas Keterjangkauan. Pada 2003 lalu, ARO mengamanatkan bahwa dari pengembangan properti baru tertentu, pengembang harus menyisihkan 10 persen dari total unit untuk unit terjangkau atau membayar biaya pengganti dana perumahan terjangkau untuk mensubsidi unit di tempat lain.

Hal tersebut mewakili kemenangan besar bagi aktivis perumahan. Meski demikian, satu dekade kemudian banyak masyarakat yang tinggal di perumahan terjangkau mengatakan bahwa peraturan harus diperkuat.

"Ini bukan hanya masalah menambah unit, tetapi di mana lokasi unit-unit ini berada," kata direktur program di Dewan Perencanaan Metropolitan, Marisa Novara.

http://nextcity.org/ Wali Kota Chicago Rahm Emanuel

Menurut Novara, penggantian 100.000 dolar (Rp 1,4 miliar) per unit, dianggap terlalu rendah. Hasilnya, sebagian besar pengembang memilih untuk tidak menyertakan unit terjangkau dalam proyek mereka dan membayar sejumlah uang tersebut.

Hingga saat ini, ARO hanya mampu memproduksi 189 unit selama 20 tahun. Lebih dari 1.600 unit telah tercipta berkat adanya biaya pengganti, namun sebagian besar dari mereka tinggal di lingkungan yang relatif miskin, yaitu di selatan dan barat sisi kota.

Nantinya, jika itu disetujui, peraturan ARO yang baru akan memaksa pengembang untuk menyiapkan 25 persen unit terjangkau dari total unit bangunan. Lingkungan kota akan diklasifikasi pada tiga kategori utama yaitu pusat kota, kota berpenghasilan tinggi, dan kota berpenghasilan menengah ke bawah.

Sementara itu, biaya penggantinya dinaikkan menjadi 175.000 dolar (Rp 2,1 miliar) di pusat kota dan 125.000 dolar (Rp 1,5 miliar) di daerah berpenghasilan tinggi. Pengembang diizinkan untuk memenuhi persyaratan unit yang terjangkau dengan membangun perumahan terjangkau dalam beberapa mil dari lokasi utama. Tujuannya adalah untuk membuat unit terjangkau tidak terlalu jauh dari pusat kota.

Krisis perumahan

Pemberlakuan ARO yang baru mencerminkan krisis perumahan terjangkau, jauh berbeda dari kota-kota pesisir yang didominasi pada cakupan nasional. Lingkungan, depopulasi, penarikan investasi, dan kejahatan di Chicago, telah membuat nilai perumahan relatif rendah. Sementara itu, masyarakat di sisi utara serta beberapa kawasan di selatan dan barat pusat kota, telah terlihat mengikuti pelonjakan harga sewa.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Next City
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.