Penulis
Beberapa tahun ke belakang, koridor barat melalui Serpong menjadi idola pengembang. Serpong menawarkan potensi mumpuni, baik untuk hunian maupun industri. Namun, seiring makin bertumbuhnya Serpong, semakin mahal pula harga lahan di sana.
"Untuk di Barat, Serpong masih menjadi primadona, tapi harga tanahnya sudah terlalu tinggi, yakni Rp 17 juta sampai Rp 20 juta per meter persegi," ujar Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) dalam Media Brief di Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Ali juga menambahkan bahwa tingginya harga tanah di koridor barat, terutama Serpong, membuat tren pertumbuhan properti akan segara bergerak ke arah timur. Saat ini harga tanah di koridor timur, terutama Cikarang, masih dalam kategori sangat murah. Peluang inilah yang kemudian diintip oleh para pengembang besar.
"Dari pantauan kami di tiga lokasi, yaitu Jababeka, Lippo, dan Delta Mas harga tanah itu sudah sekitar Rp 1,3 juta per meter persegi sampai paling tinggi Rp 3 juta per meter persegi," kata Ali.
Namun, meski terbilang murah, pertumbuhan properti ke barat masih akan terus naik. Faktor kemudahan akses membuat koridor barat masih akan terus menjadi pesaing koridor timur
"Kalau kita lihat sebuah kawasan akan bagus kalau aksesabilitas ke sananya juga bagus. Aksesabilitas ke arah barat itu sekarang lebih banyak ketimbang ke timur. Apalagi sudah diresmikannya tol JORR 2," jelas Ali.
Namun, lanjut Ali, bisnis properti khususnya hunian di Cikarang cenderung tidak berhubungan dengan penduduk di wilayah lain, seperti Jakarta dan Bekasi. Pembangunan hunian memang difokuskan untuk orang-orang yang memang bekerja di Cikarang.
Potensi koridor timur Jakarta menyaingi koridor barat melalui Cikarang sangatlah tinggi, mengingat kawasan ini memiliki economic base kuat. Potensi tersebut akan semakin kuat apabila pemerintah mampu merealisasikan jalur kereta api langsung ke Cikarang. Hal itulah yang diharapkan 1.000 ekspatriat asing di kawasan itu.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.