Jaringan Hotel Inggris Ekspansi Bisnis di Indonesia

Kompas.com - 30/10/2014, 13:58 WIB
Senior Vice President Operations Premier Inn Asia Pacific, Aly Shariff, tengah menjelaskan ekspansi bisnis di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Kamis (30/10/2014). HBA/KOMPAS.comSenior Vice President Operations Premier Inn Asia Pacific, Aly Shariff, tengah menjelaskan ekspansi bisnis di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Kamis (30/10/2014).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan hotel internasionalyang berbasis di Inggris, Premier Inn, memperluas ekspansi bisnis di Indonesia dengan mengoperasikan 10 hotel sebanyak 1.452 kamar hingga 2016 mendatang.

Menurut Senior Vice President Development Premier Inn Asia Pacific and South Asia, Erik van Keulen, sepuluh hotel tersebut tersebar di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Makassar, Bogor, dan Samarinda.

"Kuartal ketiga tahun depan, kami akan membuka lebih dulu dua hotel yakni Premier Inn Bali Jimbaran sebanyak 118 kamar, dan Premier Inn Yogyakarta 136 kamar," jelas van Keulen kepada Kompas.com, Kamis (30/10/2014).

Selanjutnya pada kuartal pertama 2016, Premier Inn akan membuka hotel di Bali Denpasar sebanyak 94 kamar, Surabaya Jl HR Muhammad dengan 167 kamar, di kawasan Biring Kanaya, Makassar, sejumlah 186 kamar dan 129 kamar Premier Inn Bogor.

Sementara pada kuartal kedua 2016, Premier Inn Samarinda sebanyak 147 kamar dan Premier Inn Bali Benoa yang berkapasitas 200 kamar, mulai beroperasi.

Sedangkan pada kuartal tiga dan empat 2016 ada dua hotel yang dibuka bersamaan yakni Premier Inn Jakarta Aiport dengan 125 kamar, dan Premier Inn Jakarta Mampang dengan 150 kamar.

van Keulen menuturkan, ekspansi tak hanya sebatas 10 hotel tersebut. Pihaknya juga merencanakan untuk mengembangkan hotel dengan klasifikasi bintang tiga tersebut lebih luas lagi hingga mencapai 1.976 kamar dari total 12 hotel sampai 2017 nanti. Di antaranya di Solo, dan Lombok.

Dibidiknya Indonesia sebagai wilayah ekspansi, kata van Keulen, karena negara ini menawarkan peluang menjanjikan yang didorong kuatnya pasar domestik sebagai ekses pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah kelas menengah.

"Jumlah pelancong semakin bertambah, mereka memanfaatkan tersedianya maskapai penerbangan murah untuk melakukan perjalanan wisata. Kelas menengah seperti inilah yang membutuhkan hotel seperti Premier Inn," imbuh van Keulen.

Ada pun tarif kamar yang dipatok Premier Inn, sekitar Rp 450.000 hingga Rp 500.000 per malam di luar PPN.

Kehadiran Premier Inn, menambah semarak persaingan hotel di Indonesia. Menurut riset Indonesia Hotel Watch 2014 yang dilansir HVS, dalam kurun waktu 2009-2013 saja, Indonesia telah menambah 538 hotel baru dengan 52.716 kamar.

Pertumbuhan jumlah wisatawan internasional menstimulasi pertambahan pasokan kamar hotel tersebut.

Riset Indonesia Hotel Watch 2014 juga menyimpulkan bahwa sektor pariwisata Indonesia ke depan akan terus memegang potensi besar, terutama industri perjalanan dan jasa pariwisata yang didukung oleh penciptaan kesadaran global tentang tujuan wisata di Indonesia dan perbaikan berkelanjutan dalam infrastruktur pariwisata.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X