Kompas.com - 06/10/2014, 12:00 WIB
Setidaknya ada 300 orang di 614 unit yang disediakan oleh Dinas Perumahan di Rusun Benhil 2, Pejompongan, Jakarta Selatan.
Ridwan Aji PitokoSetidaknya ada 300 orang di 614 unit yang disediakan oleh Dinas Perumahan di Rusun Benhil 2, Pejompongan, Jakarta Selatan.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kenyataan saat ini, meski terbilang tak layak huni, Rusun Benhil 2 tetap memiliki banyak penghuni. Setidaknya ada 300 orang di 614 unit yang disediakan oleh Dinas Perumahan di Rusun Benhil 2, Pejompongan, Jakarta Selatan.

Fasilitasnya pun cukup mewah. Hampir 90 persen penghuni rusun menggunakan AC di unit-unit yang mereka tempati. Baca: Rusun Benhil 2, Cerita Kemewahan di Balik Kekumuhan....

Memang, sejak berdiri pada 1994, Rusun Benhil 2 tidak pernah direnovasi secara keseluruhan. Bahkan, bentuknya tetap tak berubah sejak komplek hunian bertikal itu dibangun. Perubahan hanya dilakukan di beberapa bagian. Baca: Melongok Rusun Benhil 2, ke mana Perginya Dinas Perumahan?

"Dari awal seperti ini, kita sebagai pengurus rusun memang enggak diperkenankan untuk mengubah bentuk rusun," kata Panut Parto Atmojo, Ketua RW 08 Rusun Benhil 2, Sabtu (4/10/2014).

Memang, meskipun dilarang mengubah bentuk bangunan rusun, pengurus rusun membolehkan penghuninya melakukan renovasi pada unit yang mereka huni.

"Kalau di dalam rumah pasti berubah, karena itu hak individu masing-masing. Yang pasti, bentuk bangunan itu mesti sama," kata Panut.

Ridwan Aji Pitoko Harga per unitnya pun cukup mengejutkan. Untuk di lantai atas atau termurah harganya sekitar Rp 10 juta, sementara untuk paling mahal berkisar antara Rp 16 juta sampai Rp 17 juta.
Mengejutkan

Panut, yang menjabat Ketua RW 08 Rusun Benhil 2 sejak 2001 itu, mengakui jika pihak Dinas Perumahan hanya sekadar membangun rumah dan menyediakan fasilitas pokok lainnya, seperti kamar mandi, dapur dan listrik 450 volt. Kini, dengan pemasangan pendingin ruangan di hampir setiap rumah, kebutuhan listrik mereka pun menjadi berbeda. Panut mengakui, kapasitas listrik sebesar 450 volt sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

"Ya, kalau sekarang urusan listrik itu murni urusan penghuni dengan PLN. Jadi, mereka langsung ke PLN untuk bayar listriknya," jelas Panut

Terkait biaya rusun, Panut menjelaskan, jika harga per unit rusun berbeda-beda sesuai lantai tempat mereka tinggal.

"Untuk biaya tergantung lantai. Kalau di apartemen kan paling mahal lantai atas, nah kalau di rusun paling murah, ya, di lantai atas," ujarnya.

Harga per unitnya pun cukup mengejutkan. Untuk di lantai atas atau termurah harganya sekitar Rp 10 juta, sementara untuk paling mahal berkisar antara Rp 16 juta sampai Rp 17 juta. Meski terbilang mahal, pihak rusun memperbolehkan penghuni membayar unit rumah dengan cara mencicil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.