Ternyata Arsitektur Pengaruhi Saraf Manusia

Kompas.com - 01/10/2014, 13:12 WIB
Solusi kreatif berefek penting pada tampilan desain interior rumah. aboriginevillasSolusi kreatif berefek penting pada tampilan desain interior rumah.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Manusia merespon arsitektur berdasarkan emosi subyektif, misalnya "Saya menyukai gedung itu," "Saya tidak menyukai ruangan ini, ruangannya terlalu terbuka," atau "Kantor ini terlalu sesak."

Tetapi, sesuatu yang lain, terjadi dalam menanggapi respon-respon ini. Peneliti saraf telah menemukan bahwa proses yang khas terjadi di otak kita, secara sadar dan tidak sadar, serta secara kognitif dan psikologis, dari momen saat kita memasuki ruangan tertentu. Proses ini memengaruhi emosi, kesehatan, dan bahkan mengembangkan ingatan kita.

Minat di mana arsitektur dapat mendukung kerja dan evolusi otak, terus tumbuh. Sekitar 200 orang mendatangi konferensi Academy of Neuroscience for Architecture (ANFA) yang diadakan 18-20 September silam di Salk Institute for Biological Studies in La Jolla, Calif. Didirikan pada 2003, organisasi ini beranggotakan arsitek, peneliti saraf, psikolog perilaku, dan para akademisi dari berbagai jurusan yang juga mempelajari hubungan antara arsitektur dan otak.

Para peneliti berdiskusi banyak hal mulai bagaimana meningkatkan desain ruangan terapi untuk orang-orang yang memiliki gangguan stres pasca trauma, sampai bagaimana realitas virtual dapat memengaruhi perasaan seseorang, dan bagaimana pemetaan spasial otak mungkin memengaruhi desain ortogonal pada tata letak kota.

Ruang, Kesatuan Otak

Ruang, ternyata, adalah bagian dari pembentukan memori. Otak kita memiliki neuron spesifik pada hippocampus, atau bagian yang mengontrol pembentukan memori dan berada dekat pusat otak. Neuron ini melepaskan respon terhadap tempat dan posisi terkait stimulus, misalnya arah kepala kita menengok saat melihat dinding atau pembatas, saat kita berpindah dalam kecepatan yang berbeda, dan saat kita berada di lokasi yang spesifik pada suatu ruang.

"Neuron ini membantu kita menciptakan konstruksi internal terhadap dunia luar," kata Jill Leutgeb, seorang profesor neurobiologi University of California San Diego (UCSD), saat presentasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya, seluruh indera kita dipengaruhi oleh atribut fisik terhadap arsitektur, yakni pencahayaan, suara, tekstur permukaan, dan kebiasaan ruang, di mana secara konstan beralih pada otak kita yang dapat mempengaruhi kognisi, kondisi mental, dan pemeliharaan memori jangka panjang kita.

Sementara efek stimuli ini dapat memengaruhi kita secara langsung, seperti perasaan tenang saat memasuki ruang yang terang karena sinar matahari.

Menjadi berbeda memiliki tantangan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X