"Perangi" China, Toshiba Siapkan 650 Proyek Infrastruktur di Asia Tenggara

Kompas.com - 26/09/2014, 12:56 WIB
Hisao Tanaka, Presiden dan CEO Toshiba (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/9/2014).
Ridwan P AjiHisao Tanaka, Presiden dan CEO Toshiba (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/9/2014).
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut datangnya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015 mendatang, Toshiba giat menggencarkan usahanya di wilayah Asia Tenggara. Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dinilai memiliki perkembangan begitu pesat dalam hal ekonomi dan pertumbuhan penduduk.

"Kami menyambut baik datangnya AFTA karena perdagangan bebas akan meramaikan perekonomian di kawasan Asia Tenggara," ungkap Hisao Tanaka, Presiden dan CEO Toshiba dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Namun begitu, lanjut Tanaka, pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang begitu pesat akan memilik dampak besar. Dampak tersebut terutama dalam hal infrastruktur yang saat ini masih banyak kekurangan.

"Adanya AFTA dan AEC membuat ekspektasi begitu tinggi dari dunia bisnis di tahun depan dan kami punya rencana besar atas konektivitas ASEAN tersebut dengan membangun 650 proyek infrastruktur," jelas Tanaka.

Hadirnya AFTA dan AEC di Asia Tenggara juga menjadi faktor membanjirnya produk buatan Tiongkok. Menanggapi hal tersebut, Toshiba, melalui Hisao Tanaka sangat menikmati persaingan dengan produk-produk negeri Tirai Bambu tersebut.

"Kami kini memiliki teknologi-teknologi terbaru dan apabila dibandingkan dengan produk-produk Tiongkok kami masih banyak memiliki keunggulan di berbagai area terutama di aspek biaya dan pemberian pelayanan. Selain itu, produk kami tidak hanya diimpor dari Tiongkok tapi juga dari negara-negara lain seperti India dan Indonesia," jelas Tanaka.

Untuk bisa mewujudkan itu semua, Toshiba juga berencana melakukan investas senilai 1 miliar dollar Amerika Serikat selama lima tahun ke depan. Investasi sebesar itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur sosial dan teknologi masyarakat. Namun, Hisao Tanaka belum bisa memberikan angka pasti dari investasi tersebut bagi setiap negara di Asia Tenggara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.