Kompas.com - 19/09/2014, 14:14 WIB
Director of Global Development RE/MAX LLC Nathan Brekken, Chief Executive Officer (CEO) RE/MAX Indonesia  Monica Nardi, dan Principal RE/MAX Eagle Surabaya, Budiono, berbincang usai memberikan penjelasan kepada media, Jumat (19/9/2014). 

LTFDirector of Global Development RE/MAX LLC Nathan Brekken, Chief Executive Officer (CEO) RE/MAX Indonesia Monica Nardi, dan Principal RE/MAX Eagle Surabaya, Budiono, berbincang usai memberikan penjelasan kepada media, Jumat (19/9/2014).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Momentum dibukanya pasar ekonomi ASEAN atau MEA 2015 juga menjadi celah bisnis bagi agen real estate berskala internasional seperti perusahaan agen real estate asal Amerika Serikat, RE/MAX Indonesia. Potensi itu adalah besarnya foreign direct investment di bidang properti yang tak hanya di Ibukota Jakarta, melainkan juga Jawa Timur.

"Menghadapi MEA 2015, dengan kemungkinan terjadinya foreign direct investment bidang properti itu kami mulai menyiapkan kantor-kantor yang siap dengan peta kompetisi baru," ujar F. Rach. Suherman, Chief Operating Officer (COO) RE/MAX Indonesia di Jakarta, Jumat (19/9/2014).

Persiapan tersebut, lanjut Suherman, selain pembukaan kantor-kantor di Jawa Timur, juga pola kerja yang tidak lagi hanya mengandalkan bisnis lokal, namun juga dikembangkan ke dalam transaksi properti dunia. Menurut dia, Jawa Timur secara historis mencatat hubungan bisnis yang kental dengan negara-negara sekitar seperti Singapura, Malaysia, Australia dan Philipina.

Suherman mengatakan, bisnis broker properti sekarang ini berkembang sejalan dengan dinamika pasar primer dan sekunder yang tumbuh di masyarakat. Maraknya proyek-proyek baru, keperluan hunian yang yang terus meningkat dan kapitalisasi pasar yang sangat besar merupakan fakta bisnis yang tidak dapat diabaikan oleh siapapun.

"Jumlah penduduk dan tumbuhnya kelas menengah atas di Surabaya juga telah mengubah pola permintaan properti dengan harga, jenis dan area yang semakin beragam, ini sudah terjadi," kata Suherman.

RE/MAX International hadir di Indonesia sejak awal 2014 lalu. itu tersebut membidik pasar Surabaya, atau lebih tepatnya Jawa Timur. Sampai saat ini agen properti tersebut telah memiliki 15 kantor, yakni 13 di Jakarta, dan masing-masing satu di Surabaya dan Yogyakarta.

"Kami bakal menggenapkan target sebanyak 24 kantor pada akhir tahun nanti. Pada situasi ini, kami telah berkembang dengan cepat di Indonesia," ujarnya.

Persaingan

Pasar properti Surabaya memang menggiurkan di mata agen properti asing. Tak heran, bukan RE/MAX, karena Ray White pun juga ikut melirik celah ini dan menjadikan peta persaingan cukup ketat.

Sepanjang 2013 lalu, Ray White mengalami peningkatan penjualan sebesar 25 persen  dibandingkan dengan 2012. Untuk mempertahankan pencapaian itu, mereka terus berekspansi ke kota-kota besar, seperti yang dilaksanakan di Ciputra World Surabaya, Jawa Timur. Sejak 3 Maret 2014 lalu, Ray White Indonesia bahkan menggelar 'The 2nd Ray White Property Expo 2014' di Surabaya.

Tak heran, Chief Executive Officer (CEO) RE/MAX Indonesia, Monica Nardi, mengatakan, bahwa Surabaya/Jawa Timur merupakan pasar sangat penting karena dianggap sebagai epicentrum bisnis properti di wilayah Timur Indonesia. Inter-koneksi bisnis melalui Surabaya merupakan peluang yang baik bagi perusahaanya untuk menjadi mitra bisnis. Pasalnya, pihaknya memiliki sistem operasional yang berbeda dengan agen properti lain.

"Swing Royalty kami merupakan model royalti yang khas sehingga menguntungkan para franchisee. Royalti dimulai dari 9 persen dan merupakan angka yang paling kecil dari rata-rata industri," katanya.

"Ini memungkinkan kantor franchisee membayar royalti lebih rendah jika tercapai gross commission jumlah tertentu yang terjangkau besarannya. Sementara keuntungan mengecilnya royalti ini memungkinkan kantor membagi split commission lebih besar untuk marketing associate," tambahnya.

Dia menambahkan, ke depan potensi pengembangan lahan baru untuk pembangunan proyek-proyek utama masih sangat besar, terutama untuk mengubah kawasan Barat, Timur dan Selatan Surabaya sebagai potensi pasar yang besar.

"Begitu juga demografi perpindahan penduduk, perubahan perilaku atas hunian, misalnya dari rumah tapak ke hunian, ini menjadikan Surabaya siap menjadi kota metropolitan," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.