"Kota Bandara", Inilah Konsep Kota Masa Depan di Indonesia!

Kompas.com - 09/09/2014, 14:53 WIB
Aeropolis menempati area seluas 105 hektar yang di dalamnya mencakup apartemen, hotel, pusat konvensi, perkantoran, klub olahraga, ruang ritel, dan area komersial lainnya.
Hilda B A/KOMPAS.comAeropolis menempati area seluas 105 hektar yang di dalamnya mencakup apartemen, hotel, pusat konvensi, perkantoran, klub olahraga, ruang ritel, dan area komersial lainnya.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Konsep pengembangan kota bandara (aero city) sebagai properti masa depan diprediksi akan semakin tumbuh pesat dalam tiga sampai lima tahun mendatang. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya kebutuhan akan hunian dan properti komersial, terutama berasal dari kelas menengah yang kerap bepergian dengan menggunakan pesawat, pebisnis yang terkait operasional bandara, perusahaan ekspedisi, logistik, termasuk kru bandara dan maskapai penerbangan.

"Pertumbuhan jumlah penumpang yang menggunakan bandara internasional Soekarno-Hatta sebanyak 20 persen per tahun merupakan pasar besar berpeluangnya kota bandara maju pesat," ujar Direktur PT Perkasalestari Utama, Didik Riyanto mengungkapkan hal tersebut kepada Kompas.com, Selasa (9/9/2014).

Pada 2011, menurut pemeringkatan CAPA-Center for Aviation, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami pertumbuhan tertinggi di dunia sebesar 19,4 persen. Tahun ini pihak bandara memproyeksikan jumlah penumpang mencapai 62 juta hingga 64 juta orang. Ini artinya, dalam sebulan terdapat 5 juta penumpang potensial menjadi pasar atau "buyer" produk-produk properti kota bandara.

Tumbuhnya kebutuhan akan properti di sekitar bandara itulah yang memotivasi PT Perkasalestari Utama, anak usaha PT Intiland Development Tbk, membangun aero city bertajuk Aeropolis. Aeropolis menempati area seluas 105 hektar yang di dalamnya mencakup apartemen, hotel, pusat konvensi, perkantoran, klub olahraga, ruang ritel, dan area komersial lainnya.

Tahap pertama dikembangkan dormitori atau apartemen mungil Aeropolis Residence 1,2,3 ukuran 12 meter persegi dan 14 meter dan Aeropolis Crystal Residence, Aeropolis Commerciak Park dan hotel enam menara.

"Aeropolis Residence 1,2 dan 3 serta Aeropolis Crystal Residence telah terjual 4.053 unit dari total 4.335 unit yang dipasarkan," ujar Didik.

Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Develolment Tbk, Archid Notopradono, total nilai penjualan apartemen tersebut sebesar Rp 330 miliar atau 30 persen dari total marketing sales PT Intiland Development Tbk sebagai induk perusahaan PT Perkasalestari Utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain dormitori atau apartemen tipe kecil, produk lain berupa perkantoran dan ruang ritel, yakni Aeropolis Commercial Park juga terserap maksimal. Per Agustus 2014 terjual 73 unit dari total 105 unit. Ke depan, lanjut Didik, konsep aero city diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat seiring rencana pembangunan infrastruktur jalan tol dan jalur kereta api menuju Bandara International Soekarno-Hatta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X