Konsep "Gunung Arsitektur" di Lahan Miring

Kompas.com - 09/09/2014, 11:00 WIB
Sebuah situs warisan dunia UNESCO yang berisi tiga makam kerajaan dari Dinasti Joseon. Hal tersebut mendorong studio arsitek asal Korea Selatan, Wise Architecture, mengembangkan konsep www.dezeen.comSebuah situs warisan dunia UNESCO yang berisi tiga makam kerajaan dari Dinasti Joseon. Hal tersebut mendorong studio arsitek asal Korea Selatan, Wise Architecture, mengembangkan konsep "gunung arsitektur".
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Dikenal sebagai Gedung ABC, blok kantor berlantai enam ini terletak di jalan-jalan sempit yang berbatasan dengan sisi barat Taman Seonjeongneung, sebuah situs warisan dunia UNESCO yang berisi tiga makam kerajaan dari Dinasti Joseon. Hal tersebut mendorong studio arsitek asal Korea Selatan, Wise Architecture, mengembangkan konsep "gunung arsitektur". 

"Atap bangunannya membuka pandangan ke arah pemandangan yang indah dari taman," kata Wise Arsitektur.

Dengan bentuk lahan yang miring memungkinkan arsitek untuk membangun bangunan dua lantai. Tingkat paling bawah fungsinya sebagai tempat parkir mobil, tetapi memiliki ruang kerja kecil di satu sisi. Sementara itu, tingkat paling atas sebanyak lima lantai ditempatkan khusus untuk kantor.

www.dezeen.com Tingkat paling bawah fungsinya sebagai tempat parkir mobil, tetapi memiliki ruang kerja kecil di satu sisi. Sementara itu, tingkat paling atas sebanyak lima lantai ditempatkan khusus untuk kantor.
Tak ada tangga di dalam bangunan ini. Wise Arsitektur malah memilih untuk menghubungkan lantai dengan tangga di luar gedung yang zigzag seluruh fasad di belakang dinding bata berlubang yang berlapis.

"Kelima gang tangga mengalir seperti sungai kecil atau seperti tangga di tengah taman," kata arsiteknya.

www.dezeen.com Wise Arsitektur malah memilih untuk menghubungkan lantai dengan tangga di luar gedung yang zigzag seluruh fasad di belakang dinding bata berlubang yang berlapis.
Perforasi hanya fitur pada beberapa bagian dinding, membuat orang yang pertama melihatnya tertipu atas aksen tangga yang sebenarnya ada di belakang dinding. Struktur gedung ini diperkuat pelat lantai beton dan kerangka baja, dan arsitek memilih untuk menggunakan bata hitam untuk semua dinding eksterior. Adapun penempatan jendela fokus pada ketinggian di arah utara-timur.

Di dalam ruangan, lantai kayu kontras dengan langit-langit beton yang melengkapi peralatan mekanis dan perlengkapan pencahayaan. Setiap lantai terdapat balkon atau teras, yang disediakan bagi karyawan agar memiliki waktu istirahat dari pekerjaan mereka. Sementara itu, tingkat teratas, yang digunakan sebagai ruang pertemuan, dilengkapi dengan taman khususnya sendiri. 

www.dezeen.com Wise Arsitektur malah memilih untuk menghubungkan lantai dengan tangga di luar gedung yang zigzag seluruh fasad di belakang dinding bata berlubang yang berlapis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Dezeen
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X