"Menghitung" Keterlibatan Investor Asing di Era Jokowi-JK

Kompas.com - 05/09/2014, 14:36 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Resmi terpilihnya Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019 membuat banyak spekulasi tentang nasib bisnis properti di Indonesia. Banyak pihak merasa optimis, tapi ada juga yang ragu terhadap mereka.

Pertumbuhan bisnis properti selama dua tahun terakhir memang cukup drastis dan terbilang menanjak. Setidaknya hal itu yang disampaikan oleh Ali Hanafia Lijaya, Direktur dan Member Broker Century 21 Pertiwi pada diskusi bertema "Prospek Bisnis Properti di Era Pemerintahan Baru, Peluang dan Tantangan" di gedung Ciputra World 1, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

"Pertumbuhan harga properti di Jakarta dalam kurun 2012-2013 mencapai 200-300 persen. Harga naik gila-gilaan, berbanding lurus dengan unit yang terjual," ujar Ali.

Optimisme pun muncul seiring terpilihnya pasangan Jokowi-JK di pilpres kemarin. Rasa optimistis itu didasari oleh beberapa kebijakan Jokowi-JK yang dinilai akan menguntungkan masyarakat. Janji mereka untuk mau bekerja juga mampu meningkatkan investor asing berbisnis di Indonesia.

"Kebijakan-kebijakan pemerintah nanti haruslah mampu menimbulkan kepercayaan dunia asing agar mau berinvestasi di Indonesia," kata Ali.

Besarnya peluang investor asing menancapkan kukunya di Indonesia membuat khawatir para investor lokal. Terkait hal itu, Ali menganggapnya sebagai hal positif bagi bisnis properti di Indonesia. Menurut dia, kehadiran investor asing akan mampu membuat investor lokal menjadi tidak manja dan memiliki daya saing kuat.

Keterlibatan investor asing di era pemerintahan Jokowi-JK dinilai akan menghilangkan segala macam hal buruk seperti birokrasi berbelit dan pungutan liar yang sering terjadi dimana-mana.

"Saya rasa Jokowi-JK akan memangkas semua regulasi yang mempersulit dan menghambat," pungkas Ali.

Pada akhirnya, Ali berharap dengan besarnya investasi asing yang masuk akan menggerakkan roda perekonomian lebih cepat. Seluruh sektor bisnis, termasuk bisnis properti, pun akan bergerak kencang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X