Kompas.com - 26/08/2014, 19:56 WIB
Quest Hotel Surabaya ARSIP ARCHIPELAGO INTERNATIONALQuest Hotel Surabaya
|
EditorHilda B Alexander
SURABAYA, KOMPAS.com - Jumlah hotel di Surabaya bakal bertambah. Sebanyak 16 hotel dengan 2.185 kamar akan meramaikan industri hospitalitas di ibu kota Jawa Timur ini dalam dua tahun ke depan.

Keenambelas hotel tersebut adalah Quest Hotel, Crown Prince, Harris @Skyline Tower, Citadines, Holiday Inn Express, Grandhika, Solaris, Swissbel Inn, Rich Palace, Wahana, Swiss-Belhotel Darmo, Grand Clarion, Grand Aston, Swiss-Belhotel Ciputra World Surabaya, Double Tree, dan Aryaduta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut hasil riset Colliers International Indonesia yang disampaikan melalui surel kepada Kompas.com, Selasa (26/8/2014), posisi aktual kamar hotel eksisting saat ini sebanyak 7.336 unit. Dengan pertumbuhan sekitar 2,5 persen, maka jumlah kamar hotel melonjak menjadi 11.019 unit.

Pertumbuhan pasokan tersebut disertai dengan meningkatnya tarif kamar rerata. Selama semester satu saja, tarif rerata mencapai 2,7 persen untuk hotel berklasifikasi bintang tiga menjadi Rp 352.228. Peningkatan juga terjadi pada hotel bintang 4 sebesar 7,9 persen menjadi Rp 435.991 dan hotel bintang 5 beranjak 4,7 persen menjadi Rp 732.805.

Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, menuturkan, pertumbuhan hotel di Surabaya didorong melonjaknya jumlah kedatangan wisatawan asing dan domestik. Selama periode Januari-April 2014 saja, turis asing yang berkunjung melalui Bandara Internasional Juanda mencapai 15.859, atau meningkat 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 201. 

"Ke depan, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat dengan
penambahan jumlah penerbangan ke dan dari Surabaya. Wisatawan dari Malaysia masih mendominasi sebanyak 22 persen dari total wisatawan asing yang datang melalui Bandara Internasional Juanda diikuti wisatawan dari Singapura dan Tiongkok," papar Ferry.

Pelancong asing bermalam di hotel-hotel Surabaya selama rerata 2,99 hari. Sementara wisatawan domestik selama rerata 1,97 hari. Hal ini menarik, mengingat selama lima tahun terakhir, rasio tamu hotel berbintang di Surabaya, dikuasai turis domestik dengan angka 85:15.

Bagaimana dengan tingkat hunian?

Dengan bertambahnya hotel baru yang mengindikasikan ketatnya persaingan, mengakibatkan  tingkat okupansi mengalami penurunan tajam sebesar 9 persen sampai 15 persen dibandingkan dengan semester yang sama tahun 2013.

Namun, meskipun hunian menurun, tarif kamar rerata harian menunjukkan tren meningkat. Secara keseluruhan, hotel berbintang di semua kategori mengalami pergeseran tarif sebesar  2,7 persen-7,9 persen.

Untuk menjaga kinerja tingkat hunian, beberapa operator hotel mempertahankan tarif dan sebagian lainnya meningkatkan tarif yang diiringi dengan perbaikan fasilitas, dan kualitas layanan.

"Kami memproyeksikan dalam beberapa tahun ke depan, jumlah pasokan kamar akan melonjak tajam seiring peningkatan target kunjungan wisatawan asing dan domestik oleh Pemda Jawa Timur sebesar 8 persen dan 10 persen. Sekitar 3.683 kamar baru akan masuk pasar. 47 persen di antaranya merupakan kamar hotel bintang 3, dan 41 persen kamar hotel bintang 4," pungkas Ferry.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.