Kontainer Bekas untuk Markas Seniman Kreatif

Kompas.com - 26/08/2014, 09:00 WIB
Kontainer-kontainer pengiriman yang terbengkalai diubah menjadi pusat kegiatan kreatif. Ross Belfer untuk Cool HuntingKontainer-kontainer pengiriman yang terbengkalai diubah menjadi pusat kegiatan kreatif.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Kontainer-kontainer yang biasa digunakan untuk mengirim barang menggunakan kapal sudah terbukti bisa pula digunakan sebagai hunian. Di Jakarta, misalnya, PMI sudah menggunakan kontainer semacam itu.

Hal serupa juga dilakukan di Lisboa, Portugal. Tepatnya berada di belakang Carris Museum. Para seniman menggunakan kontainer sebagai "markas" yang dikenal dengan nama "Village Underground Lisboa."

Curbed menyebutkan, tumpukan 16 kontainer ini menjadi "ruang kerja kreatif sekaligus lokasi acara kebudayaan." Sederhananya, fasilitas ini merupakan ruang yang bisa digunakan oleh seniman, dan pekerja kreatif lainnya.

Tidak hanya sekadar menjadi ruang yang non-konvensional, fasilitas ini pun tampil menarik. Permukaan kontainer dilapisi dengan cat berwarna-warni. Siapa pun yang melihatnya akan dengan mudah mengasosiasikan kontainer ini dengan kegiatan berkesenian.

Penampilan istimewa Village Underground Lisboa merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Village Underground London dan seniman lokal. Para seniman ini melapisi bagian luar kontainer hingga tidak lagi tampak membosankan. Sementara itu, di dalam kontainer terdapat ruang-ruang berpenataan sederhana dan terang. Hal ini bisa terjadi lantaran beberapa sisi kontainer dipotong dan dijadikan jendela.

Village Underground Lisboa tersebut secara resmi dibuka Mei 2014 lalu. Seketika, fasilitas tersebut menjadi tempat berkumpul tenaga-tenaga kreatif yang tengah semangat membangun usaha rintisan, para desainer, dan agensi kreatif.

Daniel Kisluk dari Enchufada Records yang bertanggung jawab sebagai branding manager Village Underground Lisboa mengungkapkan, "Village Underground Lisboa merupakan proyek ambisius yang dibangun oleh entrepreneur Mariana Duarte Silva dengan kolaborasi bersama Village Underground London. Mengingat situasi ekonomi di Portugal, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membangun komunitas orang-orang kreatif bekerja bersama dan mendukung satu sama lain dalam berbagai area bisnis."

Menurut Kisluk, pembangunan Village Underground Lisboa ketika kondisi perekonomian Portugal tengah membaik merupakan langkah tepat. Pasalnya, dia juga melihat adanya kecenderungan kaum muda kreatif mulai mencari koneksi dengan tenaga-tenaga kreatif lain.



Sumber curbed
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X