"Gletser" Tak Terbendung, New York dan Shanghai Terancam Tenggelam - Kompas.com

"Gletser" Tak Terbendung, New York dan Shanghai Terancam Tenggelam

Kompas.com - 14/08/2014, 15:43 WIB
Thomas Jackson/Bloomberg via Getty Images Debit es Antartika dapat menaikkan permukaan laut sebanyak 37 cm (14,6 inci) abad ini jika rumah kaca terus bertambah, demikian studi yang dipimpin oleh Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim.
KOMPAS.com - Mencairnya gletser Antartika akibat pemanasan global dapat mendorong permukaan air laut lebih cepat daripada yang diyakini sebelumnya. Para peneliti Jerman mengatakan, hal tersebut berpotensi mengancam kota-kota besar, misalnya New York dan Shanghai, tenggelam.

Pada abad ini debit es Antartika dapat menaikkan permukaan laut sebanyak 37 cm (14,6 inci), khususnya jika efek gas rumah kaca terus bertambah. Demikian hasil studi yang dipimpin oleh Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim di Jerman. Menurut para peneliti itu kenaikan mungkin sedikitnya 1 sentimeter.

"Ini sangat besar, itulah mengapa kami menyebutnya risiko," kata Anders Levermann, penulis utama studi tersebut.

"Sains harus bisa menjelaskan tentang ketidakpastian ini sehingga para pengambil keputusan di pantai dan kota-kota besar pesisir dapat mempertimbangkan implikasi dalam proses perencanaan mereka menghadapi berbagai kemungkinan," tambahnya.

NASA memperkirakan, gletser di wilayah Amundsen Sea mengandung air yang cukup untuk menaikkan permukaan laut global setinggi 4 kaki (1,2 meter) dan pencairan gletser mungkin tak lagi "terbendung".


"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Antartika akan menjadi penting dalam jangka panjang," kata Levermann. "Tapi, semua bukti tampaknya mengarah bahwa Antartika bisa menjadi penyebab dominan dari meningkatnya permukaan laut yang lebih cepat," tandasnya.

PenulisLatief
EditorLatief
SumberBloomberg
Komentar
Close Ads X