Kompas.com - 13/08/2014, 16:25 WIB
Kenaikan tarif hotel paling tinggi di Jakarta, Bogor dan Depok. Kenaikannya sebesar 14,47 persen lebih tinggi dari periode sebelumnya hanya 5,43 persen. www.shutterstock.comKenaikan tarif hotel paling tinggi di Jakarta, Bogor dan Depok. Kenaikannya sebesar 14,47 persen lebih tinggi dari periode sebelumnya hanya 5,43 persen.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil Survei harga properti residensial kuartal II 2014 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) menunjukkan tingkat hunian properti komersial secara umum menurun. Akan tetapi, peningkatan malah terjadi pada tingkat hunian hotel.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistyowati mengatakan, tingkat hunian hotel yang meningkat itu didorong oleh kegiatan persiapan Pemilu Presiden (Pilpres). Itu termasuk rangkaian acara kampanye pilpres yang tidak jarang menggunakan hotel sebagai lokasi acara maupun untuk menginap para peserta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Liburan tahun ajaran baru dan kegiatan kampanye partai politik menjelang pemilu Presiden telah menyebabkan tingkat hunian hotel meningkat 8,13 persen year on year, lebih tinggi dari 4,33 persen year on year pada periode sebelumnya," kata Hendy di kantornya, Rabu (13/8/2014).

Lebih lanjut, Hendy mengatakan bahwa tak hanya tingkat hunian yang meningkat. Tarif kamar hotel (room rate) juga ikut naik, terutama pada hotel berbintang empat. Kenaikan tarif kamar hotel tersebut terjadi lantaran permintaan yang cenderung tinggi.

"Kenaikan tarif hotel paling tinggi di Jakarta, Bogor dan Depok, sementara kenaikannya sebesar 14,47 persen lebih tinggi dari periode sebelumnya hanya 5,43 persen," katanya.

Pada kesempatan sama, Associate Director Colliers International Ferry Santoro memaparkan, bahwa pada dasarnya tingkat okupansi hotel yang meningkat terkait pula dengan karakteristik hotel di Jakarta. Sebagian besar hotel di ibukota lebih digunakan untuk keperluan bisnis.

"Hotel di Jakarta lebih kepada business hotel sehingga yang men-drive tingkat okupansi adalah kegiatan bisnis yang sifatnya kadang mass, misalnya kegiatan bisnis dan exhibition," ujar Ferry.

BI melaporkan, penjualan properti jenis komersial pada kuartal II tahun 2014 melambat. Perlambatan terutama pada lahan industri yang hanya tumbuh 2,32 persen secara year on year, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 4,91 persen.

"Permintaan tumbuh melambat sebagaimana diindikasikan oleh tingkat penjualan yang lebih rendah dibandingkan pada periode sebelumnya," ujar Hendy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.