Balikpapan, Kota Paling Layak Huni di Indonesia

Kompas.com - 12/08/2014, 07:59 WIB
Wajah Kota Balikpapan yang kini berkembang menjadi kota besar dengan berdirinya sejumlah pusat perbelanjaan dan hotel berbintang, Senin (7/10/2013). Sejarah Kota Balikpapan tak lepas dari dimulainya eksplorasi minyak di kawasan Teluk Balikpapan pada tahun 1897 yang mengundang para pendatang sebagai pekerja atau pedagang. KOMPAS/IWAN SETIYAWANWajah Kota Balikpapan yang kini berkembang menjadi kota besar dengan berdirinya sejumlah pusat perbelanjaan dan hotel berbintang, Senin (7/10/2013). Sejarah Kota Balikpapan tak lepas dari dimulainya eksplorasi minyak di kawasan Teluk Balikpapan pada tahun 1897 yang mengundang para pendatang sebagai pekerja atau pedagang.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Balikpapan, Kalimantan Timur, tampil sebagai kota paling nyaman dan layak huni di Indonesia. Berdasarkan survey Indonesian Most Livable City Index yang dilansir Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP), kota ini memiliki nilai di atas rerata secara nasional.

Kota Balikpapan unggul dalam aspek tata kota dan pengelolaan lingkungan dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang disurvei IAP berdasarkan persepsi masyarakat. Kota terbesar kedua di Kalimantan Timur ini mengalahkan Yogyakarta yang selama dua kali berturut-turut yakni tahun 2009 dan 2011 tampil sebagai kota ternyaman.

Sementara enam kota lainnya yang masuk dalam kategori kota paling nyaman dan layak huni adalah Solo, malang, Yogyakarta, Makassar, Palembang, dan Bandung.

Ketujuh kota tersebut, menurut IAP, merupakan kota yang memiliki index persepsi di atas rerata dan memenuhi 27 indikator sebagai berikut, ketersediaan fasilitas kesehatan, kualitas fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas pendidikan, kualitas fasilitas pendidikan, ketersediaan fasilitas rekreasi, kualitas fasilitas rekreasi, ketersediaan energi listrik, ketersediaan air bersih, dan kualitas air bersih.

Kriteria lainnya adalah kualitas jaringan telekomunikasi, ketersediaan lapangan pekerjaan, tingkat aksesibilitas tempat kerja, tingkat kriminalitas, interaksi hubungan antarpenduduk, informasi pelayanan publik, dan ketersediaan fasilitas kaum difabel.

Ketua Umum IAP, Bernardus Djonoputro, menjelaskan, survei Indonesian Most Livable City Index merupakan persepsi masyarakat. Jumlah responden dalam survey ini berjumlah 1.000 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan margin error 2 persen.

Indonesian Most Livable City Index bertujuan untuk mengukur kualitas kehidupan warga kota dan identifikasi awal faktor-faktor kritis pembangunan pada masing-masing kota berdasarkan persepsi warga.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X