Kompas.com - 04/08/2014, 06:23 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Pesatnya pasar properti di Dubai, Uni Emirat Arab, yang ditandai dengan pembangunan pencakar langit, menghasilkan jutaan ton limbah konstruksi.

Dewan Kota Dubai mencatat, kenaikan tahunan limbah konstruksi ini sebesar 11 persen dibanding 2013. Lonjakan sampah bangunan ini merupakan yang berbesar sejak 2007 silam.

Sekitar 7,35 juta ton limbah konstruksi dihasilkan tahun lalu oleh para pelaku industri properti di kota ini. Namun demikian, jutaan ton sampah ini dipandang sebagai indikasi meningkatnya investasi di sektor properti.

"Peningkatan ini menunjukkan perbaikan situasi ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar di sektor properti selama periode tahun ini," kata Kepala Departemen Pengelolaan Sampah Kota Dubai, Naji Reda.

Limbah konstruksi menyumbang 72 persen dari total sampah yang dihasilkan kota ini selama tahun lalu. Ada pun ongkos pengelolaan limbah konstruksi pada tahun 2014 ini sekitar Rp 27,3 miliar.

Tonase limbah konstruksi yang dihasilkan di Dubai dan biaya membuangnya diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, seiring pesatnya jumlah properti yang bakal dibangun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.