Kompas.com - 03/07/2014, 14:01 WIB
Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman sebelum memulai debat di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014). TRIBUNNEWS/DANY PERMANACalon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman sebelum memulai debat di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa pun presiden terpilih nanti pada 9 Juli mendatang, sektor properti diyakini tetap bergeming. Sektor properti tidak akan terpengaruh oleh konstelasi politik atau pun penyusunan kabinet.

Demikian rangkuman pendapat dari pelaku bisnis dan industri properti yang disampaikan kepada Kompas.com, Kamis (3/7/2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Business Development Director TelkomProperty, Agus Murdiyanto, sektor properti terkait dengan permintaan. Selama permintaan akan hunian, perkantoran, dan ruang komersial tinggi, maka siapa pun presiden yang akan memimpin Indonesia, tidak jadi masalah.

"Selain itu, properti korelasinya erat sekali dengan pasokan tanah. Jika persediaan lahan terbatas, maka harga properti akan tinggi, karena lahan tersebut diperebutkan oleh banyak pengembang. Oleh karena itu, pasar properti akan tetap booming saat Pemilu bahkan setelah presiden baru terpilih nanti," papar Agus.

TelkomProperty sendiri, tambah Agus, akan tetap mengembangkan rencana besarnya dengan merealisasikan proyek-proyek properti komersial berupa perkantoran, hotel, dan juga apartemen sewa.

"Tahun ini hingga lima tahun ke depan, kami akan membangun 19 hotel di seluruh Indonesia. Selain itu, kami juga akan mendayagunakan seluruh aset Telkom Group sebagai sumber recurring income," urai Agus.

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan, sektor properti Indonesia sudah terbiasa dengan "gejolak" politik. "Jadi, efeknya tidak terlalu signifikan akan mengubah wajah sektor properti. Investor pun, terutama yang melakukan investasi jangka panjang akan tetap jalan," kata Ferry.

Pemilu, lanjut dia, bukan sesuatu yang membuat sektor properti berhenti. Hasil pemilu hanya akan berdampak sesaat berupa sentimen pasar. "Itu pun bersifat temporer dan merupakan penghambat keputusan para investor melakukan ekspansi dan atau diversifikasi usaha. Sejauh ini, perhelatan Pemilu tidak mengganggu," tandas Ferry.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.