Waduh... Kemenangan Hadid pada "Design of the Year " Diprotes!

Kompas.com - 02/07/2014, 12:33 WIB
Hadid memainkan konsep geometri yang berliku-liku di keseluruhan desain. Konsep itulah yang membedakannya dengan arsitektur baku khas Soviet yang biasanya kaku dan sangat monumental. www.designboom.comHadid memainkan konsep geometri yang berliku-liku di keseluruhan desain. Konsep itulah yang membedakannya dengan arsitektur baku khas Soviet yang biasanya kaku dan sangat monumental.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Kemenangan arsitek terkenal dunia, Zaha Hadid, atas Design of the Year untuk proyek Heydar Aliyev Centre di Baku, Azerbaijan, ternyata menuai protes. Di satu sisi, Heydar Aliyev Centre memang mendapatkan pujian lantaran bentuknya istimewa.

Para juri Design of the Year yang diadakan oleh Design Museum di London, Inggris, itu terpukau oleh lengkungan-lengkungan khas Hadid yang seolah melambangkan gelombang suara. Seperti dikutip di Fastcodesign.com, desain tersebut dinilai pas digunakan sebagai pusat kebudayaan bagi Ibukota Azerbaijan (Baca: Lagi, Hadid Nomor Wahid Lomba Desain).

Memang, meski masih bernada positif, ada juga dewan juri yang memberikan komentar tidak biasa. Misalnya, juri Piers Gough dari CZWG Architects. Gough menyebut karya Hadid tersebut "begitu murni dan seksi seperti rok Marilyn yang tertiup angin".

Di sisi lain, para komentator di dunia maya, khususnya pengguna Twitter, tampak keberatan dengan kemenangan Hadid. Menurut mereka, Hadid menuai keuntungan dari hasil kolaborasi bersama rezim represif.

Sebagai contoh, Hadid membangun Heydar Aliyev Centre untuk menghormati Heydar Aliyev, mantan anggota KGB yang dituduh melanggar hak asasi manusia selama tiga dekade kepemimpinannya di Azerbaijan. Selain itu, bangunan ini pun merupakan permintaan anak Aliyev, Ilham.

Dikutip dalam The Guardian, Giorgi Giorgia dari Human Rights Watch juga membeberkan fakta menyedihkan mengenai pembangunan gedung ini. Dia mengungkapkan, bahwa Pemerintah menekan masyarakat keluar dengan cara memutuskan pasokan listrik, gas, dan air.

"Terkadang penduduk akan ditahan ketika mereka kembali, rumah-rumah mereka sudah hilang Bangunan lain dihancurkan ketika masih ada orang di dalamnya," ujar Giorgia.

Berikut ini beberapa kicauan (tweet) pengguna Twitter mengenai kemenangan Hadid. Kicauan pertama datang dari Russell Curtis, pendiri RCKA Architect yang memenangkan kategori Emerging Architect Award untuk Royal Institute of British Architects.

Twitter Akun @russellcurtis mengomentari kemenangan Zaha Hadid.

"It's naive to believe that architecture and politics are mutually exclusive: the two are inextricably linked."

Ada pula komentar dari Tom Dyckhkoff, kritikus arsitektur untuk BBC. Dia juga rekanan peneliti untuk Bartlett School of Architecture, University College London.

Twitter Komentar akun @tomdyckhoff terhadap kemenangan Zaha Hadid.

"Wave of protest over Hadid's Baku prizewinner' Baffling that Zaha can't see that architecture's inherently political"

Seperti dikutip dalam Fastcodesign.com, ada pula Olly Wainwright, kritikus arsitektur dan desain bagi Guardian. Wainwright menggarisbawahi bahwa kemenangan Hadid sama saja mendukung penggusuran paksa, penghancuran ilegal, dan perbudakan.

Twitter Komentar akun @ollywainwright terhadap kemenangan Zaha Hadid.

"Zaha Hadid wins award for supporting forced evictions, illegal demolition and bonded labour- well done @DesignMuseum".

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X