Kompas.com - 02/07/2014, 11:22 WIB
Arsitek kenamaan Zaha Hadid kembali menjadi tajuk berita di seluruh dunia. Kali ini, nama Hadid kembali berkibar menyangkut keberhasilannya memenangkan 2014 Design of the Year dari Design Museum London. Secara kasat mata, bangunan tersebut memang menarik. Namun, kemenangan Hadid menuai reaksi negatif di sosial media.
Iwan BaanArsitek kenamaan Zaha Hadid kembali menjadi tajuk berita di seluruh dunia. Kali ini, nama Hadid kembali berkibar menyangkut keberhasilannya memenangkan 2014 Design of the Year dari Design Museum London. Secara kasat mata, bangunan tersebut memang menarik. Namun, kemenangan Hadid menuai reaksi negatif di sosial media.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Zaha Hadid menang lagi. Kali ini, arsitek beken yang berbasis di Inggris tersebut memenangkan Design of the Year Award besutan Design Museum, London, untuk Heydar Aliyev Center di Baku, Azerbaijan.

Kemenangan Hadid kali ini sungguh istimewa. Pasalnya, Heydar Aliyev Center merupakan karya arsitektural pertama yang memenangkan kompetisi Design of the Year. Hadid pun menjadi perempuan pertama yang meraih posisi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dikutip BBC, pemenang kompetisi ini secara khusus dipilih oleh dewan juri di antara lebih dari 70 nominasi desain. Kompetisi tersebut terbagi dalam kategori arsitektur, digital, fashion, furnitur, grafik, produk, dan transportasi.

Salah satu anggota juri, seorang penulis, jurnalis, dan penyiar radio, Ekow Eshun mengatakan, karya Hadid begitu cantik, inspiratif, dan luar biasa. "Karya ini cantik, menginspirasi, ini adalah visi jernih dari satu kejeniusan dan kami pikir ini merupakan hasil karya luar biasa," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Hadid hanya membalas, "Kami sangat senang menerima penghargaan Design of the Year."

Sang arsitek kemudian menjelaskan bahwa permukaan Heydar Aliyev Center seolah terangkat dan kemudian melipat untuk menegaskan deretan ruang publik di dalamnya. Bangunan tersebut seolah menyambut para pengunjung yang datang dari seluruh penjuru.

"Ini adalah lanskap arsitektural, di mana konsep aliran spasial yang mulus menjadi nyata. Karya ini menciptakan ruang publik berjenis baru bagi kota," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.