Kompas.com - 22/06/2014, 08:58 WIB
The Sard, London, Inggris. telegraph.co.ukThe Sard, London, Inggris.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Rekor tarif sewa termahal di dunia saat ini tetap dipegang kawasan West End, London, Inggris. Namun, pertumbuhan harga tertinggi justru diperlihatkan Jakarta, Indonesia.

Menurut survey terbaru CBRE Global Prime Office Occupancy Cost, West End London merupakan pasar perkantoran dengan harga paling menjulang di dunia, yakni senilai 277 dollar AS per kaki persegi. Menyusul Hongkong dengan 242 dollar AS, Beijing 194 dollar AS, dan Moskow 165 dollar AS.

Sementara Jakarta memperlihatkan pertumbuhan tarif sewa hunian tahunan tertinggi dengan perubahan 60,1 persen. Ibukota Indonesia ini mengungguli Seattle yang terpaut jauh sebesar 19,4 persen, Kuala Lumpur 16,7 persen, Dublin 15,8 persen, dan London 15,3 persen.

Studi ini juga menemukan bahwa peningkatan harga sewa tercepat terjadi di Amerika Serikat (AS). Harga fundamental properti yang terus meningkat secara signifikan memicu pertumbuhan sewa kantor. Secara keseluruhan, AS menyumbang lima dari 10 pasar dengan perubahan tarif paling cepat yakni Seattle, San Francisco pinggiran, San Francisco pusat kota, Houston pinggiran dan Houston pusat kota.

Dengan demikian, AS memimpin akselerasi pertumbuhan sewa tercepat yakni 3,3 persen. Posisi AS diikuti Asia Pasifik dengan pencapaian 2,9 persen. Sementara Eropa, Timur Tengah, dan Afrika justru merayap turun 0,1 persen. Secara global, pertumbuhan harga rerata mencapai 2,3 persen.

Pencapaian AS dipengaruhi yang lebih kuat ketimbang Eropa, Timur Tengah dan Afrika sepanjang 2013. Sementara Asia Pasifik menunjukkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara tiga kawasan tersebut. Selain itu, Asia Pasifik mencatat pipa pembangunan perkantoran terbesar yang berpotensi memengaruhi harga di apsar-pasar perkantoran utama.

Head of Global Research CBRE, Raymond Torto mengatakan, meskipun biaya sewa meningkat namun permintaan ruang kantor juga tak kalah tinggi. 

"Dengan pengecualian dari beberapa pasar, terutama di Asia Pasifik, tidak ada volume konstruksi baru yang cukup untuk memenuhi permintaan. Dengan demikian, pasar sewa untuk properti premium diperkirakan akan terus meningkat, ditambah dengan biaya yang lebih tinggi dari operasi gedung perkantoran, akan mendongkrak biaya hunian di sebagian besar pasar dalam beberapa bulan mendatang," paparnya.

CBRE melacak biaya hunian ruang kantor di 126 pasar utama seluruh dunia. Dari 50 pasar yang paling mahal, 21 berada di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika, 20 berada di Asia Pasifik dan 9 berada di AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.