Kompas.com - 19/06/2014, 20:21 WIB
|
EditorHilda B Alexander
TANGERANG, KOMPAS.com - Perkembangan sebuah kawasan selalu linear dengan tingkat kesejahteraan. Semakin tumbuh dan berkembang kawasan tersebut, maka kian tinggi pula tingkat kesejahteraannya. 

Namun, di balik pertumbuhan dan perkembangan kawasan-kawasan penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, masih ada desa tertinggal dengan kualitas hidup di bawah rerata. Padahal, lokasi desa ini hanya 2 jam perjalanan dari pusat ekonomi dan pemerintahan.

Desa itu adalah Margamulya dan Kedung Dalam, Tangerang, Banten. Penghidupan warga di kedua desa ini belum memadai baik untuk kebutuhan pangan maupun sandang. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan membangun rumah, fasilitas sanitasi, maupun merenovasi rumah yang sudah ada.

Bahkan, puluhan ribu keluarga terpaksa harus tinggal di rumah yang tidak layak huni dengan kondisi memprihatinkan. Sementara, sebagian besar warga lainnya memiliki mata pencaharian sebagai pekerja tani atau nelayan musiman dengan penghasilan hanya Rp 25.000 per hari. Dengan kondisi musiman tersebut, menyebabkan penghasilan warga menjadi tidak menentu.

Termotivasi memperbaiki penghidupan mereka, Habitat for Humanity Indonesia, melakukan pembinaan dalam pembangunan rumah layak huni. Pembinaan ini didukung oleh kerjasama jangka panjang dengan pengembang properti, Farpoint.

Kedua lembaga ini berkolaborasi membangun program "Home for a Home" yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan dengan membangun tempat tinggal yang nyaman, aman, dan sehat.

Kerjasama antara Habitat for Humanity Indonesia dan Farpoint untuk membina Desa Margamulya dan Kedung Dalam merupakan pembangunan komunitas secara holistik. Dibangunnya rumah tidak sebatas mendirikan bangunan, namun memiliki tujuan mendukung perubahan sosial, ekonomi dan spiritual masyarakat ke arah positif dan berjangka panjang.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia James L. Tumbuan menjelaskan, Habitat for Humanity Indonesia, masih banyak keluarga yang hidup di rumah dengan kondisi memprihatinkan. "Puluhan ribu keluarga harus tinggal di rumah tak layak huni. Kami siap membantu keluarga tak mampu untuk bisa tinggal di rumah dengan kualitas lebih baik," ujar James, Kamis (19/6/2014).

Sejak bulan Juni 2012, Habitat for Humanity Indonesia telah membangun rumah baru, atau memperbaiki rumah di Desa Margamulya dan Kedung Dalam menjadi tempat tinggal yang sederhana, aman, dan layak huni bagi keluarga yang berpendapatan minim.

Sebanyak 174 rumah telah dan akan dibangun dalam program “Home for a Home”. Kontribusi Farpoint mencakup 33 persen dari total rumah yang dibutuhkan di Desa Margamluya dan Desa Kedung Dalam, hingga tahun 2016.

“Kerjasama kami dengan Habitat For Humanity Indonesia selaras dengan visi kami untuk memberikan nilai yang bermanfaat melalui hunian, karena itu kami sangat senang melanjutkan komitmen dan bermitra dengan Habitat For Humanity Indonesia dalam membantu warga Desa Margamulya dan Kedung Dalam untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka," ujar Senior Marketing Manager Farpoint, Hellen Triutomo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.