Kompas.com - 30/05/2014, 11:18 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Tidak salah jika ada yang menyebut Jepang merupakan salah satu negara pionir di Asia. Penduduknya mampu bekerja di bawah tekanan dan keterbatasan alam.

Salah satu contohnya, keterbatasan ruang yang ada di negara tersebut membuat para arsiteknya lebih kreatif. Di Torigoe Taito-ku, Tokyo, Jepang, Tomokazu Hayakawa Architects membuat galeri di sebidang tanah sempit hanya dengan menggunakan kontainer.

Tomokazu Hayakawa Architects Bagian dalamnya terbuka dan bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Tomokazu Hayakawa Architects harus membuat rangka kayu di dalam galeri ini lantaran pemerintah Jepang melarang penggunaan kontainer sebagai bangunan permanen.

Galeri, yang bisa juga digunakan untuk berbagai keperluan lainnya tersebut, berada di area seluas 54,59 meter persegi. Kontainer hanya menutup ruang seluas 28,82 meter persegi, sementara luas ruang yang bisa digunakan mencapai 36,66 meter persegi.

Tomokazu Hayakawa Architects menggunakan dua kontainer pengiriman untuk membangun galeri. Satu kontainer dibagi menjadi dua, yang keduanya bisa digunakan untuk berbagai keperluan galeri.

Kontainer kedua bisa digunakan sebagai kantor. Komposisi penempatan dua kontainer tersebut pun cukup tidak biasa. Kontainer pertama, yang digunakan sebagai galeri, berada di bawah. Sementara, kontainer kedua berada di bagian atas.

Tomokazu Hayakawa Architects Di antara kontainer, Tomokazu Hayakawa Architects memberikan ruang terbuka sebagai akses dari satu kontainer ke kontainer lainnya.

Kontainer-kontainer yang digunakan oleh Tomokazu Hayakawa Architects sebenarnya bukan kontainer biasa. Pemerintah Jepang tidak memperbolehkan struktur permanen dibangun dengan menggunakan kontainer pengiriman barang. Karena itu, bagian dalam kontainer ditopang oleh rangka kayu. Kontainer hanya berfungsi sebagai "kulit".

Selain fungsinya, penampilan kontainer ini pun terbilang menarik. Eksterior kontainer dilapisi dengan cat hitam. Batu yang menutup lantai eksterior galeri juga bernuansa hitam. Namun, agar tidak terlalu gelap, bagian interior dilapisi dengan menggunakan warna putih. Berbagai aksen juga menggunakan warna putih, misalnya kursi di luar bangunan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.