Kompas.com - 20/05/2014, 14:18 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
Fastcoexist.comJamban murah buatan American Standard yang secara khusus dikembangkan di Bangladesh.

KOMPAS.com - Penemuan baru tidak harus selalu berbentuk teknologi canggih. Beragam teknologi sederhana, khususnya di bidang sanitasi, masih penting dan diperlukan masyarakat.

Semakin sederhana, murah, namun bisa menawarkan solusi pada masalah sanitasi, inovasi sederhana di bidang sanitasi saat ini malah semakin membantu kebutuhan masyarakat miskin di negara-negara berkembang. Salah satu penemuan yang laik disimak adalah penemuan di bidang sanitasi oleh Gates Foundation dan perusahaan sanitasi raksasa asal Amerika Serikat, American Standard.

Seperti dikutip dari Fastcoexist.com, American Standard baru saja mengembangkan jamban yang bisa memutuskan mata rantai penyebaran penyakit terkait sanitasi. Proyek pengembangan itu dibiayai oleh Gates Foundation.

Jamban tersebut punya sistem sederhana yang akan menutup saluran pembuangan setelah digunakan. Kabar baiknya, setiap jamban tersebut hanya membutuhkan biaya sebesar 1,50 Dollar AS atau sekitar Rp17.171,84.

Wakil Presiden Penelitian, Pengembangan, dan Teknik bagi American Standard, Jim McHale, mengungkapkan bahwa timnya terinspirasi oleh sayembara Tantangan Menciptakan Kembali Toilet (Reinvent the Toilet Challenge) dari Gates Foundation. Menurut McHale, hal paling menantang adalah keputusan Gates Foundation membiayai pengembangan teknologi pengolahan limbah berteknologi tinggi.

"Hal tersebut di luar kekhususan kami, jadi kami mengajukan penawaran untuk bekerja pada solusi jangka pendek membuat jamban higienis," terang McHale.

Tentu saja, Gates Foundation menyukai ide gubahan McHale itu. Yayasan tersebut kemudian memberikan kontrak kecil untuk mencoba dan mengembangkan ide McHale.

Ternyata, hasilnya tidak mengecewakan. Setelah melakukan perjalanan studi pasar ke Bangladesh, McHale dan timnya mulai bekerja.

Di Bangladesh, McHale membawa seorang desainer. Mereka mempelajari pasar setempat mengenai penggunaan jamban, cara kerja distribusi produk di Bangladesh, serta faktor lain yang bisa membantu American Standard mendesain produk lebih baik.

McHale menemukan, penduduk Bangladesh selama ini membangun jamban yang tidak higienis. Setiap jamban terbuka, tanpa ada sistem yang menghambat penyebaran penyakit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.