Pencapaian tersebut bukanlah yang pertama mereka cetak. Sebelumnya, Summarecon sanggup membukukan rekor penjualan ruko The Kensington dengan harga tertinggi Rp 38 miliar. Ini sekaligus merupakan ruko termahal di Indonesia yang pernah dijual di pasar primer.
Menurut Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki, pundi yang terkumpul sebanyak Rp 1 Triliun tersebut berasal dari tiga menara Spring Lake sebanyak 2.247 unit dari total 2.334 unit yang ditawarkan. "Kami mampu meraup penjualan Rp 1 triliun dari tiga menara apartemen hanya dalam waktu sehari," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (27/4/2014).
Padahal, aku Johannes, penjualan dilakukan secara bertahap. Saat Tower A sebanyak 778 unit mulai dirilis untuk publik pada Sabtu pagi, seluruhnya langsung ludes terjual. Animo tinggi tersebut kemudian mendorong Summarecon untuk membuka Tower B dengan jumlah unit yang sama. Tak sampai hitungan jam, sebanyak 777 unit terserap pasar, dan hanya menyisakan satu unit.
"Kami pun kemudian membuka menara ketiga yakni Tower C sebanyak 778 unit untuk mengakomodasi konsumen yang gagal mendapatkan unit yang diinginkan. Hasilnya, hanya menyisakan 86 unit yang belum terjual," ungkap Johannes.
Walaupun saat ini banyak pengembangan serupa yang ditawarkan di Bekasi, kata Johannes, Spring Lake memiliki daya tarik sebagai nilai lebih. Daya tarik tersebut antara lain harga kompetitif, mulai dari Rp 300 juta, lokasinya yang bersebelahan dengan Summarecon Mall Bekasi dan dilengkapi danau.
Summarecon Agung mengalokasikan dana investasi senilai Rp 750 miliar untuk merealisasikan tiga menara Spring Lake tersebut.
Head of Residential JLL, Luke Rowe, mengatakan, peluncuran proyek baru pada kuartal I 2014 tersebut menopang meningkatnya volume penjualan apartemen dalam kondisi pasar yang sedang melemah.
"Penjualan unit apartemen strata di pasar primer naik hampir 50 persen secara triwulanan. sebagian besar merupakan apartemen segmen menengah sebanyak 90 persen, dan sisanya 10 persen menyasar segmen kelas atas," ujarnya.