Siklus Melambat, Inilah Bisnis Properti yang Bakal "Booming"!

Kompas.com - 23/04/2014, 13:44 WIB
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Siklus properti Jakarta yang melemah sejak semester dua 2013 lalu dan berlanjut hingga tahun ini akan mengubah tren pembangunan properti ke depan. Namun begitu, selama fundamental pasar berupa pasokan dan permintaan masih menguat, disokong pertumbuhan ekonomi positif di angka 5 persen hingga 6 persen, kesempatan bagi pengembang untuk membangun produk-produk yang diminati pasar masih sangat tinggi.

Head of Research JLL, Anton Sitorus, mengatakan, kondisi aktual memungkinkan pengembang lebih berkonsentrasi membangun proyek yang memberikan keuntungan investasi dan juga pertumbuhan nilai. Menurut dia, ada beberapa produk properti punya kans besar untuk tumbuh dan menjadi tren ke depan.

"Properti tersebut antara lain adalah mixed use development. Seiring perkembangan kota-kota global di dunia, tren pengembangan proyek mixed use sangat menguntungkan buat developer," papar Anton kepada Kompas.com, Rabu (23/4/2014).

Jenis properti lainnya adalah business park berupa perkantoran bertingkat rendah (low rise) di pinggiran kota. Business park, menurut Anton, sangat potensial, terlebih harga lahan di kawasan central business district (CBD) Jakarta sudah selangit. Hal tersebut memicu pembangunan business park semakin berkembang dan menjadi potensi sangat menarik.

Sektor lainnya adalah pusat belanja skala neighbourhood center dengan luas 10.000-15.000 meter persegi. Pusat belanja seperti ini melayani kebutuhan sehari-hari (daily necessity) penghuni perumahan.

Selama ini, pusat belanja terkonsentrasi di pusat kota Jakarta. Di sisi lain, masyarakat, terutama penghuni perumahan, justru membutuhkan pusat belanja yang dekat dengan tempat tinggal.

Berikutnya adalah sektor industri dengan spesifikasi fasilitas pergudangan dan logistik modern. Seiring perkembangan bisnis konsumsi dan distribusi, properti jenis ini juga diprediksi akan menjadi tren dalam beberapa tahun mendatang.

"Perusahaan yang bergerak di sektor ini sangat butuh modernisasi pengelolaan yang canggih dan juga efisiensi karena itu pergudangan modern akan berkembang," imbuh Anton.

Adapun lokasi-lokasi potensial untuk pengembangan jenis-jenis properti tersebut adalah Jakarta, terutama kawasan yang dilalui Jakarta Outer Ring Road (JORR), Kemayoran, Bintaro, Serpong, Bekasi, Cikarang, Depok dan Bogor. Sementara itu, kawasan di luar Jadebotabek adalah Surabaya, Medan, dan Bandung sebagai kota utama.

Kota-kota lapis kedua antara lain Makasar, Yogyakarta, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, Balikpapan, Semarang, dan Solo. Untuk spot-spot wisata masih terbatas pada lokasi popular selama ini yakni Batam, Bali, dan Lombok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.