Kompas.com - 17/04/2014, 16:41 WIB
Taman Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta utara, menjadi tempat tujuan wisata baru bagi warga Jakarta. KOMPAS.com/KISTYARINITaman Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta utara, menjadi tempat tujuan wisata baru bagi warga Jakarta.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 triliun per tahun untuk pembelian lahan yang akan dikonversi menjadi ruang terbuka hijau (RTH) berupa taman-taman kota.

Dengan dana sebesar itu, Pemprov berharap dapat menambah lahan sebesar 20 hektar per tahun untuk pengembangan RTH. Sehingga pada 2030 mendatang, target RTH 35 persen terbangun dari total luas wilayah kota dapat dicapai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Sarwo Handayani, mengatakan hal tersebut usai menjadi pembicara IAI Design Week, di Jakarta, kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2014).

Luas RTH di Jakarta saat ini sekitar 75 kilometer persegi atau hanya 9,8 persen dari total luas daratan Ibu Kota, 661,52 kilometer persegi. Angka ini masih jauh dari batas minimal 30 persen seperti yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007.

Sebelum hadirnya undang-undang yang mengatur RTH, rencana induk tata kota Jakarta sebenarnya sudah cukup progresif. Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta tahun 2005 menetapkan 35 persen ruang Jakarta dialokasikan untuk RTH. Faktanya, pengembangan tata ruang Ibu Kota lebih banyak menggeser fungsi RTH menjadi kawasan niaga dan perkantoran.

Jika mengamati dan membandingkan RUTR 2005, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2010, dan RTRW 2030, jelas terlihat penyimpangan fungsi lahan di Ibu Kota. Pengembangan tata ruang Jakarta periode 2005-2010 telah mendegradasi luasan RTH. Hampir 20 persen RTH yang ada berubah menjadi kawasan ekonomi.

Penyimpangan fungsi lahan paling besar terjadi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kawasan hijau di Jakarta Barat berkurang 34 persen dan di Jakarta Utara berkurang 25 persen. Sementara itu, perubahan fungsi kawasan di Jakarta Pusat lebih banyak terkonsentrasi pada alih fungsi lahan. Tak kurang dari 60 persen kawasan perumahan di Jakarta Pusat berubah menjadi kawasan niaga dan perkantoran.

"Kami akan terus berupaya mengejar target 35 persen. Kami juga melibatkan masyarakat dan swasta. RTH yang ada sekitar 10 persen itu sudah termasuk fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) yang kami tagih ke pengembang. Demikian halnya dengan pengembang yang proyeknya belum selesai, itu akan kami kejar," kata Sarwo.

Jakarta memang tengah berbenah untuk mengembalikan lahan hijaunya. Rencana Tata Ruang Kota 2011-2013 mengarah pada upaya untuk mengendalikan potensi kawasan hijau yang ada sebesar 23,6 persen dari luas daratan Jakarta. Tentu ini bukan pekerjaan mudah bagi pemangku kebijakan saat ini.

Sejumlah upaya yang saat ini dilakukan untuk mengembalikan ruang hijau di Ibu Kota antara lain membangun taman di Waduk Pluit, Jakarta Utara, dan Waduk Ria Rio, Jakarta Timur. Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Joko Widodo tengah menyiapkan pembebasan lahan untuk ruang terbuka hijau yang akan terintegrasi dengan rumah susun. Lokasi pertama yang disiapkan adalah rusun di Marunda, Jakarta Utara.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.