Kompas.com - 14/04/2014, 09:36 WIB
Harga apartemen tidak akan mengalami tekanan selama pasar sewa aktif, meskipun pasokan banyak dan didominasi investor shutterstockHarga apartemen tidak akan mengalami tekanan selama pasar sewa aktif, meskipun pasokan banyak dan didominasi investor
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com --
Pertarungan pengembang di pasar apartemen mewah semakin ketat. Raksasa-raksasa properti seakan tak mau kalah dan kehilangan momentum. Mereka berlomba membangun hunian jangkung dengan harga miliaran rupiah per unit.

Terbaru adalah Salim Group. Konglomerasi bisnis ini tak puas hanya memiliki Shangri-La Residence. Mereka kemudian menggandeng pemain kakap lainnya, yakni Lyman Group dan Kerry Group, guna mengembangkan menara kembar Casa Domaine di kawasan Mas Mansyur, Jakarta Pusat.

Ketiga raksasa ini bergabung dan membentuk usaha patungan PT Griyaceria Nusamekar. Mereka memanfaatkan lahan seluas 1,2 hektar dan menyulapnya menjadi residensial yang diklaim tertinggi di Jakarta, yaitu menara Casa Domaine terdiri atas 51 dan 47 lantai, serta mencakup total 323 unit apartemen.

Presiden Direktur PT Griyaceria Nusamekar, Yussuf Chong, mengatakan, bisnis properti terutama apartemen mewah sedang bagus-bagusnya. "Karena itulah, kami percaya diri masuk segmen pasar ini. Ceruknya tipis memang, namun jumlahnya terus tumbuh. Lagi pula, pasokan tahun ini tidak banyak. Sehingga proyek kami langsung disambut pasar," ujar Yussuf kepada Kompas.com, Minggu (13/4/2014).

Kehadiran tiga konglomerasi besar tersebut membuat peta persaingan apartemen kelas atas semakin berwarna dan sengit. Pasalnya, belum lagi proyek-proyek sejenis yang dilansir tahun-tahun sebelumnya rampung dibangun, proyek baru sudah bermunculan. 

Data Colliers International Indonesia menyebutkan, terdapat enam proyek yang rilis pada kuartal I-2014. Keenam proyek tersebut adalah Verde Two yang dikembangkan Farpoint sebanyak 304 unit dengan harga jual Rp 37 juta per meter persegi.

Menyusul Hongkong Land dan Astra Land yang bersepakat membangun Anandamaya Residence sejumlah 500 unit. Apartemen ini dibanderol seharga Rp 50 juta per m2. Kemudian PT Buana Pacifik International dengan Gayanti City sebanyak 198 unit senilai Rp 33 juta per m2. 

Berikutnya, Kartika Residence milik PT Metropolitan Kentjana Tbk. Apartemen ini mencakup 800 unit dengan harga perdana Rp 40 juta per m2. Berturut-turut One Otium yang dibesut PT Radinka Quatro Land sejumlah 160 unit, seharga Rp 30 juta per m2, dan Bellevue Place 128 unit dengan harga jual Rp 31 juta per m2. Seluruh apartemen ini dijadwalkan dihuni pada 2016 hingga 2017 mendatang. 

Menariknya, meski masih dalam masa pre-sales, tingkat penjualan cukup signifikan. Casa Residence, misalnya, sebanyak 51 persen dari total 186 unit pada menara pertama, sudah terjual. 

Managing Director Cushman and Wakefield, David Cheadle, mengungkapkan, prapenjualan apartemen mewah memang tinggi. "Hingga Maret 2014 saja, pra-penjualan apartemen mewah mencapai 67 persen atau tumbuh 6,1 persen ketimbang kuartal IV-2013," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.