Salim Group Bangun Apartemen Tertinggi di Jakarta - Kompas.com

Salim Group Bangun Apartemen Tertinggi di Jakarta

Kompas.com - 14/04/2014, 07:37 WIB
shutterstock Pembeli apartemen mewah akan bertanya siapa tetangganya.

JAKARTA, KOMPAS.com -
Salim Group bersama Lyman Group dan Kerry Group menjalin aliansi strategis melalui PT Griyaceria Nusamekar dengan mengembangkan apartemen strata mewah di kawasan Mas Mansyur, Jakarta Pusat, bertajuk Casa Domaine. 

Apartemen dua menara masing-masing setinggi 51 dan 47 lantai tersebut dibanderol dengan harga perdana Rp 42 juta hingga Rp 43 juta per meter persegi di luar pajak. Casa Domaine dirancang oleh SCDA yang berbasis di Singapura, dan diklaim sebagai hunian tertinggi di seantero Jakarta. 

Kehadiran Casa Domaine mempertegas sinyalemen bahwa pasar kelas atas Jakarta terus bertumbuh. Terbukti, penjualan pada saat pre sales yang dilakukan sebelum perkenalan resmi kepada publik sebanyak 25 persen dari total 186 unit menara pertama. Catatan lebih tinggi yakni 51 persen tercapai saat rilis resmi pada Minggu, (13/4/2014).

Presiden Direktur PT Griyaceria Nusamekar, Yussuf Chong, mengatakan pasar kelas atas di Jakarta memang ada, dan bisnis properti sedang bagus-bagusnya. "Karena itulah, kami percaya diri masuk segmen pasar ini. Ceruknya tipis memang, namun jumlahnya terus tumbuh. Lagipula pasokan tahun ini tidak banyak. Sehingga proyek kami langsung disambut pasar. Untuk menara kedua belum akan kami lepas, menunggu perkembangan berikutnya," ucap Yussuf kepada Kompas.com.

Tren apartemen strata kelas atas diprediksi akan terus meningkat bersamaan dengan meroketnya harga tanah. Pada kuartal I 2014, harga rerata apartemen strata mewah di daerah CBD Jakarta mengalami lonjakan signifikan yaitu sebesar 33 persen ketimbang kuartal sebelumnya. 

Managing Director Cushman and Wakefield, David Cheadle, mengungkapkan, walaupun bulan April terjadi perhelatan Pemilihan Legislatif yang diperkirakan memperlambat penjualan apartemen, namun ternyata tidak berpengaruh. 

"Penjualan proyek apartemen eksisting dan masih dalam tahap konstruksi sangat positif. Sampai dengan Maret 2014 tingkat penjualan pre sales dari proyek mewah yang sedang dibangun sebesar 67%, tumbuh 6,1% dari kuartal sebelumnya," jelas David.

Casa Domaine dengan total 323 unit ini merupakan pengembangan ketiga hasil kolaborasi antara tiga raksasa konglomerasi tersebut. Sebelumnya, mereka telah membidani kelahiran Shangri La Hotel, Shangri La Residence, dan BNI Tower dalam kompleks pengembangan Kota BNI. 

Salim Group sendiri merupakan konglomerasi kaliber internasional. Bisnisnya tersebar di beberapa negara seperti Thailand, Filipina, Hongkong, Singapura, Tiongkok, Vietnam, Australia, Amerika Utara, dan Eropa. Properti merupakan salah satu tentakel bisnis terbesarnya. 

Sementara Lyman Group beken di sektor perdagangan dengan portofolio karet, material bangunan, agrikultur, minyak dan gas. Portofolio properti selain kompleks Kota BNI yang mereka miliki adalah Kota Baru Parahyangan, Bandung. 

Terakhir Kerry Group yang berbasis di Johor Bahru, Malaysia. Kelompok bisnis ini telah melebarkan sayapnya di Singapura dan juga Indonesia. Bisnis intinya mencakup perdagangan beras, gula, dan terigu.



EditorHilda B Alexander

Close Ads X