Kompas.com - 04/04/2014, 10:08 WIB
Tidak semua penduduk Caracas menganggap gedung ini sebagai dailymail.co.ukTidak semua penduduk Caracas menganggap gedung ini sebagai "jalan keluar" perlindungan, mengentaskan kemiskinan, apalagi menganggapnya sebagai rumah.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

KOMPAS.com — Seorang fotografer bernama Jorge Silva berhasil mengabadikan dengan jujur kehidupan di dalam "Tower of David", sebuah gedung terbengkalai setinggi 45 lantai di jantung Caracas, Venezuela. Gedung belum rampung tersebut membuka berbagai luka yang diderita Venezuela, negara tropis di Amerika Selatan.

Berdasarkan catatan BBC, Venezuela merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia. Negara ini juga menghasilkan batu bara, bijih besi, bauksit, dan emas. Ironisnya, mayoritas penduduk Venezuela hidup di tengah kemiskinan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

dailymail.co.uk Dari 45 lantai, hanya 28 lantai ada penghuninya. Sepeda motor dan kendaraan lain hanya bisa mencapai parkiran di lantai 10. Dari 28 lantai yang berpenghuni, di dalamnya tidak hanya ada hunian.

Angka pengangguran di negara itu juga tinggi. Setidaknya, 60 persen dari sekitar 28,9 juta penduduk Venezuela (sensus 2011) tergolong miskin. Mereka tinggal di daerah-daerah kumuh. Sebagian berkumpul di lereng-lereng bukit yang mengitari ibu kota Venezuela, Caracas.

Kehidupan nyata masyarakat miskin kota di Venezuela itu terekam jelas di "Tower of David". Gedung pencakar langit itu dibangun oleh pengembang bernama David Brillembourg dan tidak dilanjutkan setelah kematian sang pengembang pada 1994. Kini, gedung terbengkalai tersebut menjadi rumah bagi 3.000 penduduk Caracas. Mereka menganggap "Tower of David" sebagai tempat berlindung dari tingginya tingkat kriminalitas di Caracas.

dailymail.co.uk Kehidupan nyata masyarakat miskin kota di Venezuela itu terekam jelas di

Tidak semua penduduk Caracas menganggap gedung ini sebagai "jalan keluar" perlindungan, mengentaskan kemiskinan, apalagi menganggapnya sebagai rumah. Penduduk Caracas sendiri memandang gedung ini sebagai sarang penyamun. Silva, dari Reuters, menyatakan penduduk Caracas melihat gedung ini sebagai simbol pelecehan properti.

Satu dekade lalu, mendiang Presiden Hugo Chavez mengambil alih berbagai gedung. Bagi penghuni Tower of David, inilah cara mereka bertahan hidup.

Berdasarkan foto-foto, juga deskripsi dari sang fotografer dalam blognya, bangunan ini dia sebut telah membawa sebuah fenomena ke tingkat baru. Bangunan tertinggi ketiga di Venezuela, yang awalnya dibangun sebagai pusat finansial tersebut, tidak rampung, informal, dan "dipercantik" secara serampangan oleh "penghuni". Silva bahkan menyebut cerita-cerita yang terjadi di dalam bangunan itu kini termasuk dalam "legenda urban".

Lantas, apa yang bisa ditemukan di dalam menara ini? Dari luar, tampak bahwa sebagian fasad gedung sudah ditutup dengan kaca. Para penghuni membiarkan kaca-kaca ini terbuka agar mereka juga bisa menikmati pemandangan kota dari ruang-ruang "apartemennya".

dailymail.co.uk tiap keluarga membayar 200 Bolivar atau Rp360.042 tiap bulan. Biaya ini juga digunakan untuk menjamin keamanan penghuni selama 24 jam.

Namun, tidak semua lantai di gedung itu bisa dihuni. Dari 45 lantai, hanya 28 lantai ada penghuninya. Sepeda motor dan kendaraan lain hanya bisa mencapai parkiran di lantai 10. Dari 28 lantai yang berpenghuni, di dalamnya tidak hanya ada hunian. Gudang, toko baju, salon, bahkan penitipan anak pun tersedia. Gedung kumuh ini menjadi pengembangan "mixed use" masyarakat Caracas.

Memang, karena tidak rampung, penghuni harus naik-turun tangga. Silva bercerita, seorang perempuan yang mengantarnya ke apartemen miliknya di lantai 27 menunjukkan betapa guyubnya penghuni gedung ini. Meski dari luar masyarakat Caracas sendiri sudah berprasangka buruk, Silva mengakui, dia merasa lebih aman berada di dalam gedung ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.