Kompas.com - 02/04/2014, 12:26 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Berbeda dengan Jakarta yang masih terus menunjukkan akselerasi pertumbuhan, pasar properti Hongkong, yang tumbuh lebih dari dua kali lipat sejak 2009 silam, tidak lagi "panas". Hal ini dimungkinkan seiring berkurangnya permintaan (kebutuhan) akan rumah baru baik dari pasar domestik maupun ekspatriat.

Chief Executive Hongkong, Leung Chun Yin, mengatakan, pasar properti telah mencapai kondisi stabil, dan bahkan menunjukkan tanda-tanda penurunan harga. "Permintaan dari pembeli mancanegara pun ikut turun ke jumlah yang sangat rendah," ujar Leung.

Menurut analis Braclays Plc, Paul Louie, harga rumah di kota ini sempat tergelincir 4 persen pada tahun lalu setelah pemerintah memperkenalkan langkah-langkah pengetatan untuk mengekang gelembung properti. "Dampak kebijakan tersebut akan terasa pada akhir 2015 nanti saat harga proeprti turun setidaknya sebesar 30 persen," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pada September 2012, Leung mengumumkan rencana hanya akan memberikan hak kepada warga untuk membeli apartemen di beberapa lokasi yang dibangun oleh pengembang swasta. Rencana ini untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan lokal.

"Ketika kami meluncurkan skema percontohan ini, kami hanya akan menggunakannya ketika pasar sudah terlalu panas. Jika kita membutuhkannya di masa depan, kita bisa meluncurkan (kebiajakan pengetatan) dalam waktu singkat," imbuhnya.

Melemahnya pertumbuhan pasar properti Hongkong sejatinya sudah terjadi pada tahun lalu. Hal ini, salah satunya, ditandai menurunnnya permintaan dari kalangan ekspatriat dan investor asing sehingga menyebabkan harga sewa terkoreksi di beberapa lokasi. Seperti terjadi di kawasan South Island dan di The Peak. Kedua kawasan ini terkena pukulan paling berat akibat langkanya kedatangan ekspatriat sebagai pasar utama rumah sewa.

Para penyewa lajang memilih relokasi ke kawasan Sai Ying Pun, dan Lohas Park in Tseung Kwan O. Sementara Clearwater Bay, Sai Kung, serta Discovery Bay merupakan kawasan populer yang menjadi rujukan penyewa berkeluarga.

Head of Residential Leasing and Relocation Services Jones Lang LaSalle Hongkong, Anne-Marie Sage, mengungkapkan, pasar rumah sewa secara umum anjlok 3,3 persen selama 2013. South Island dan The Peak mencatat kemerosotan paling tajam yakni 7 persen per tahun.

"Hal tersebut terjadi terutama pada rumah-rumah dengan harga sewa 100.000 dollar Hongkong (Rp 151,3 juta) per bulan. Berkurangnya peminat juga terjadi pada rumah dengan sewa 300.000 dollar Hongkong (Rp 453,9 juta) per bulan," ujar Anne-Marie.

Penurunan jumlah keluarga ekspatriat yang datang ke Hongkong merupakan alasan utama sentimen negatif ini. Mereka yang bekerja di sektor jasa keuangan adalah captive market untuk pasar rumah sewa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19 Belum Reda, Airbnb akan Tutup Bisnis Lokal di China

Pandemi Covid-19 Belum Reda, Airbnb akan Tutup Bisnis Lokal di China

Berita
Tingkatkan Akses Sanitasi dan Air Bersih, Basuki Serukan Hal Ini

Tingkatkan Akses Sanitasi dan Air Bersih, Basuki Serukan Hal Ini

Berita
Siapa Taipan Properti Terkaya di Indonesia Terbaru 2022? Ini Jawabannya

Siapa Taipan Properti Terkaya di Indonesia Terbaru 2022? Ini Jawabannya

Berita
126.000 Penumpang KRL akan Transit di Stasiun Manggarai saat SO5

126.000 Penumpang KRL akan Transit di Stasiun Manggarai saat SO5

Berita
Tahan Letusan Krakatau, Ini Rahasia Konstruksi Gereja Sion Jakarta

Tahan Letusan Krakatau, Ini Rahasia Konstruksi Gereja Sion Jakarta

Konstruksi
Arsitektur Neo-Gothic Gereja Katedral Jakarta, Seluruh Bagian Sarat Makna

Arsitektur Neo-Gothic Gereja Katedral Jakarta, Seluruh Bagian Sarat Makna

Arsitektur
Banjir Rob Pantura, Pemerintah Inventarisasi Tanggul dan Pasang Geobag

Banjir Rob Pantura, Pemerintah Inventarisasi Tanggul dan Pasang Geobag

Berita
Sokong Gaya Hidup Modern, Sembawang Aparthouse Hadir di Jaksel

Sokong Gaya Hidup Modern, Sembawang Aparthouse Hadir di Jaksel

Apartemen
[POPULER PROPERTI] Stasiun Gambir Bakal Dialihfungsikan untuk Naik Turun Penumpang KRL

[POPULER PROPERTI] Stasiun Gambir Bakal Dialihfungsikan untuk Naik Turun Penumpang KRL

Berita
Per April 2022, Bank BTN Catatkan Laba Bersih Capai Rp 1 Triliun

Per April 2022, Bank BTN Catatkan Laba Bersih Capai Rp 1 Triliun

Berita
Jasa Marga Lakukan Perbaikan Ruas Tol Palikanci Cirebon, Cek Jadwalnya

Jasa Marga Lakukan Perbaikan Ruas Tol Palikanci Cirebon, Cek Jadwalnya

Konstruksi
Waskita Karya Infrastruktur Lanjutkan Restrukturisasi, Sentuh Rp 153,51 Miliar

Waskita Karya Infrastruktur Lanjutkan Restrukturisasi, Sentuh Rp 153,51 Miliar

Berita
Percepat Pendaftaran Tanah di Halmahera Barat, Surya Tjandra Minta BPHTB Digratiskan

Percepat Pendaftaran Tanah di Halmahera Barat, Surya Tjandra Minta BPHTB Digratiskan

Berita
Tahukah Anda, Singing Road Pertama di Indonesia?

Tahukah Anda, Singing Road Pertama di Indonesia?

Konstruksi
Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Ada K-Project Sequoia 7 di Koridor Timur Jakarta

Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Ada K-Project Sequoia 7 di Koridor Timur Jakarta

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.